Kurangi Mobilitas Warga, Polda Jatim Tutup Bundaran Waru

SURABAYA — Kepolisian Daerah Jawa Timur menjelaskan penutupan kawasan Bundaran Waru, tepatnya di depan mal City of Tomorrow (CITO) Surabaya bertujuan mengurangi mobilitas warga yang hendak memasuki “Kota Pahlawan”.

“Bundaran Waru ini adalah pintu utama orang masuk ke Surabaya. Tempat ini adalah akses utama masuknya kendaraan dan orang,” ujar Direktur Lalu Lintas Polda Jatim Kombes Pol Latif Usman kepada wartawan di sekitaran Bundaran Waru arah Surabaya, Rabu.

Menurut dia, keputusan untuk menutup akses tersebut berdasarkan hasil analisa dan evaluasi (anev) dalam beberapa hari dilakukannya penyekatan.

Dalam anev tersebut, kata dia, diputuskan dilakukan adanya pemilahan pengendara yang hendak masuk secara ketat.

“Hasil evaluasi sudah ada penurunan hari pertama dan kedua, tapi sampai hari ke-5, dipilah-pilah orang masuk Surabaya, masih padat sekali,” ucap-nya.

Penutupan Bundaran Waru Surabaya itu berlaku 1×24 jam, dan dalam penerapannya, seluruh kendaraan roda dua maupun roda empat dilarang masuk, begitu juga dengan pelat L dan W.

Apabila ditemukan pengendara yang hendak melintas tanpa ada urgency atau kepentingan tertentu, serta tak dilengkapi berkas-berkas pendukung seperti surat tes usap dan vaksin maka diminta putar balik.

Sementara itu, pengendara diimbau melewati sejumlah jalur tikus atau alternatif yang berada di sekitaran Bundaran Waru.

“Kalau penting, silakan cari jalur alternatif lain untuk masuk (ke Kota Surabaya), silakan gunakan itu. Yang tidak berkepentingan, di rumah saja,” ujarnya.

Salah satu faktor dilakukannya penutupan jalur Bundaran Waru, lanjut Latif, lantaran mobilitas warga masih tinggi, terlebih jalur tersebut adalah titik tumpu pengendara dari sejumlah daerah yang hendak memasuki Surabaya melalui sisi selatan.

Ia mengaku maklum dengan keluhan dari masyarakat, namun pihaknya mengambil kebijakan tersebut karena lebih mementingkan keselamatan dan kesehatan masyarakat selama menerapkan aturan PPKM darurat.

“Kami dimarahi warga, ya sudah. Yang penting menjaga aturan, menjaga agar COVID-19 tidak menyebar, dan mobilitas masyarakat bisa turun. Kami akan evaluasi setiap hari,” tutur-nya.

Penyekatan secara menyeluruh di kawasan Bundaran Waru Surabaya sejak pukul 09.00 WIB sehingga pengendara motor dan mobil tak diperkenankan melintas.

Kendaraan pelat L dan W yang sebelumnya diperkenankan masuk, kini tak diizinkan, kecuali mobil ambulans dan swab hunter bertugas.

Puluhan petugas gabungan dari Polri, TNI, hingga dinas perhubungan disiagakan di penyekatan Bundaran Waru untuk menghalau pengendara yang masih nekat melintas. [Ant]

Lihat juga...