Lalai Prokes, 14 Pelaku Usaha di Palu Didenda Masing-masing Rp2 Juta

KOTA PALU — Sejak dilaksanakannya operasi Yustisi Satgas COVID-19 di Kota Palu telah memberikan sanksi kepada 14 pelaku usaha di wilayah tersebut masing-masing Rp2 juta.

Ke-14 pelaku usaha yang wajib bayar Rp2 juta atau total Rp28juta itu akibat tidak patuh terhadap pemberlakukan pembatasan jam operasional kegiatan usaha hingga pukul 21.00 WITA sesuai surat edaran Walikota Palu tentang pembatasan jam operasional kegiatan bagi pelaku usaha, kata Max Hertog Duyoh, Kasatgas penanganan COVID-19 Kota Palu, Jumat.

Menurut dia,  sebelum diberikan sanski berupa denda dua juta rupiah tersebut, pelaku usaha ini sudah diberitahu tentang peraturan tersebut dan sebelumnya diberikan sanksi lisan maupun tulis.

“Kita secara persuasif dulu edukatif informatif maksudnya kita penyekatan masyarakat berikan penympaian pengetahuan dan bimbingan regulasi yang telah ditentukan itu. Harus taat harus patuh,” ucapnya.

Meskipun demikian, Max Duyoh menilai sejak operasi Yustisi dan diterbitkannya surat edaran Walikota Palu pada 29/06 tersebut, tentang pembatasan jam operasional kegiatan selama pandemi COVID-19, sebagian besar masyarakat dan pelaku usaha telah patuh terhadap aturan tersebut.

“Tapi masyarakat atau pelaku usaha sudah banyak yang patuh terhadap aturan tersebut dan menerapkan protokol kesehatan,” tuturny

Sementara itu, uang hasil sanksi dari sejumlah pelaku usaha tersebut langsung disetorkan oleh Satgas COVID-19 Kota Palu ke khas Pemerintah Daerah.

Selain itu, untuk penanganan dan memutus mata rantai penyebaran COVID-19, Pemerintah Kota Palu juga telah menetapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berbasis Mikro sejak Selasa 06/07.

Mengingat Kota Palu merupakan salah satu daerah di Indonesia yang masuk dalam Zona merah dan aturan itu sesuai kebijakan pemerintah pusat terhadap 43 kabupaten/kota di luar Jawa dan Bali. [Ant]

Lihat juga...