Lamtoro Tanaman Penghijauan Pendukung Pasokan Air

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

LAMPUNG — Tanaman lamtoro atau kerap dikenal dengan kemlandingan banyak ditanam warga di kaki Gunung Rajabasa sebagai pohon penghijauan. Seperti yang dilakukan Paryoto, salah satu petani penggarap lahan sawah di Desa Taman Baru, Kecamatan Penengahan, Lampung Selatan yang menanam dan melestarikan lamtoro untuk pencegahan erosi.

Paryoto mengatakan, lamtoro atau Leucaena leucocephala itu merupakan tanaman perdu yang kaya manfaat. Beberapa pekebun menjadikan sebagai tanaman sela bersama tanaman produktif lain. Berfungsi sebagai tanaman kehutanan akar yang kuat, menyerap air cukup efektif di daerah aliran sungai.

Proses perbanyakan lamtoro sebagai tanaman konservasi sebut Paryoto cukup mudah. Secara alami dengan tekhnik generatif tumbuh berkecambah dari biji dan dapat dipindahan ke lokasi lahan miring pencegah longsor.

“Ratusan tahun nenek moyang kami melestarikan lamtoro sebagai tanaman konservasi, pada sejumlah mata air menanam pohon tersebut akan menjaga kelestarian air irigasi untuk pasokan minum dan pengairan lahan pertanian sawah,” terang Paryoto saat ditemui Cendana News, Rabu (14/7/2021).

Paryoto bilang adaptasi tanaman yang toleran terhadap kondisi tanah kurang subur memudahkan penanaman. Ketahanan pada kondisi cuaca juga sangat tinggi bahkan saat tanaman telah dibakar akan muncul tunas baru.

Ditanam bersama pinang, jambu mede di dekat aliran air. Manfaat bagi ekosistem bisa menjaga pasokan air dan menahan angin kencang. Sebagai pohon pelindung tegakan lamtoro memiliki cabang berkanopi. Daun serta buah dalam bidang pertanian bisa dijadikan pupuk organik.

“Saya kerap membenamkan daun yang hijau ke dalam lumpur sebagai peningkat kesuburan lahan sawah,” ulasnya.

Keberadaan mata air way tebing ceppa di Desa Taman Baru, Kecamatan Penengahan, Lampung Selatan, Rabu (14/7/2021). Foto: Henk Widi

Pelestarian dikombinasikan dengan tanaman pencegah erosi juga dilakukan warga lain di kaki Gunung Rajabasa. Mat Supi, salah satu warga Desa Taman Baru menyebut lamtoro kerap ditanam untuk pemanfaatan ganda. Bagi petani di kaki Rajabasa yang merupakan gunung tertinggi di Lampung Selatan, jadi tanaman perambat lada, vanili dan cabai rambat.

“Setelah besar sebagian tanaman bisa menjadi penahan longsor bahkan sumber pangan alternatif,” ulasnya.

Keberadaan mata air Way Tebing Ceppa sebutnya ikut didukung lamtoro dan jenis tanaman lain. Pasokan air bersih terjaga oleh pelestarian tanaman konservasi di kaki Gunung Rajabasa. Bagi petani pekebun yang juga memiliki ternak, daun lamtoro bisa jadi pakan alternatif kambing.

 

Lihat juga...