LBH Komnas PHD dan HAM NTT Sesalkan Tindakan Satgas Covid-19

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

MAUMERE — Lembaga Bantuan Hukum Komisi Nasional Pemerhati Hak Demokrasi dan Hak Asasi Manusia (LBH Komnas PHD dan HAM) Nusa Tenggara Timur (NTT) menyesalkan adanya dugaan tindakan represif yang diduga dilakukan oleh tim operasi gabungan Satgas Covid-19 Kabupaten Sikka.

“Tindakan yang dilakukan terhadap korban kami anggap tidak humanis dan manusiawi. Kami sesalkan dugaan tindakan represif yang dilakukan tim patroli gabungan Satgas Covid-19 Kabupaten Sikka,” kata Direktur LBH Komnas PHD dan HAM NTT, Senopati Idara saat ditemui di Kelurahan Kota Baru, Maumere, Kabupaten Sikka, NTT, Kamis (8/7/2021).

Senopati mengatakan, kilennya mendapatkan perlakuan keji berupa pengeroyokan serta pemukulan yang mengakibatkan luka pada pelipis dan sampai sekarang masih dalam pengontrolan tenaga medis.

Dirinya selaku kuasa hukum menilai Satgas Covid-19 sangat tidak humanis terhadap masyarakat sebab seharusnya memberikan edukasi yang baik terlebih dahulu.

Ditambahkannya, dengan adanya perlakukan represif tersebut, kliennya sudah membuat laporan Polisi (LP) yang dilanjutkan dengan pengambilan visum pada luka korban.

“Klien kami meminta keadilan hukum kepada Polres Sikka dengan tetap memproses laporan tersebut. Kami menyangga berita yang mengatakan adanya perlawanan dari korban selaku klien kami,” ungkapnya.

Senopati menjelaskan, menurut kliennya, korban tidak melakukan perlawanan dan hanya berbicara baik-baik tetapi tidak digubris oleh Satgas Covid, bahkan sebaliknya korban langsung ditarik dan dikeroyok.

Ditambahkan, hal ini diperkuat oleh isteri korban selaku saksi dan kliennya pun menyesalkan kenapa kios lainnya banyak yang masih buka setelah pukul 8 malam.

“Klien kami memiliki kesadaran untuk menutup kios pada malam kejadian, akan tetapi sebelum ia menutup kios, dia sudah dibentak-bentak yang dilanjutkan dengan tindakan represif,” sesalannya.

Senopati menegaskan, sebagai upaya hukum, LBH Komnas PHD dan HAM akan tetap mengawal laporan polisi yang sudah dibuat oleh korban selaku kliennya.

Pihaknya pun meminta kepada Propam Polda NTT dan Irwasum Polri untuk melakukan pengawasan terhadap laporan ini agar tetap ditindaklanjuti oleh Polres Sikka.

Saat memberikan keterangan pers di rumah korban, Direktur LBH Komnas PHD dan HAM NTT, Senopati Idara didampingi ketua Divisi Non Litigasi Thomy Bataona dan Ketua Divisi Litigasi Raul Sobalokan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Satpol PP Kabupaten Sikka, Buang da Cunha selaku pimpinan tim patroli gabungan saat ditanyai Cendana News mengaku dia berada di lokasi kejadian dan menegur korban tetapi tidak diladeni.

Buang mengaku menyuruh korban memakai masker dan membuang rokok tapi tidak diindahkan bahkan ditegur Kasat Sabhara Polres Sikka korban malah menantang.

Ia membenarkan korban sudah membuat laporan polisi dan diperiksa termasuk dirinya pun ikut diperiksa, bahkan ia pun membuat laporan polisi karena korban melawan petugas.

“Masyarakat sudah kami imbau agar jangan berkeliaran setelah pukul 20.00 WITA,” ucapnya.

Sedangkan Kasat Sabhara Polres Sikka Iptu Mikael Donis kepada media membenarkan Emanuel Manda tidak mengenakan masker sehingga dia memberikan hukuman push up tetapi pemilik kios tersebut menolak hukuman tersebut.

Mikael katakan, saat ditanyai kenapa menolak hukuman tersebut dirinya menggelengkan kepala dan langsung membalikkan badan hendak masuk ke dalam rumahnya.

“Dia menunjukkan gaya menggertak, seperti mau pukul saya dan Kasat Pol PP. Spontan saya sempat pegang kerah baju dia dan meminta untuk ikut ke kantor. Tapi dia tetap tidak mau, lalu personel Tim Gabungan menarik dia dan mengamankan ke mobil patroli Sabhara,” ungkapnya.

Mikael katakan, terkait luka pada pelipis korban, dirinya tidak tahu dan menduga saat itu terjadi tarik menarik antara Emanuel Manda dan tim gabungan di atas mobil patroli sehingga menurutnya bisa saja ada gesekan dan mengenai pelipis.

Ia memastikan luka di pelipis Emanuel Manda bukan karena pemukulan dan mengatakan pihaknya siap diperiksa.

Lihat juga...