Legislator: PTM Masih Diutamakan di Bengkulu karena Sinyal Lemah

REJANG LEBONG — Anggota Komisi X DPR RI, Dewi Coryati menyatakan pembelajaran tatap muka (PTM) masih diutamakan untuk sejumlah daerah di Provinsi Bengkulu, karena sinyalnya lemah.

“Jadi tidak semua daerah di Bengkulu bisa belajar daring,” kata anggota DPR RI dari daerah pemilihan Bengkulu itu saat dihubungi di Rejang Lebong, Minggu (11/7/2021).

Dia menjelaskan, beberapa hari lagi para pelajar akan kembali masuk sekolah di tahun ajaran 2021/2022, di mana waktu masuk sekolah mereka ini bersamaan dengan adanya lonjakan kasus COVID-19 yang melanda Tanah Air saat ini.

“Untuk melaksanakan pendidikan daring ini harus ada tiga persyaratan yakni punya HP, punya jaringan dan gurunya harus mampu memberikan pelajarannya melalui daring serta siswanya harus disiplin mau belajar daring,” terang politisi PAN ini.

Dengan melihat kondisi infrastruktur bidang telekomunikasi yang belum memadai ini kata dia, maka PTM di Provinsi Bengkulu terutama yang berada jauh dari perkotaan masih menjadi solusi yang tepat, namun pelaksanaannya harus memperhatikan kesehatan dan keselamatan seperti menjaga jarak, mencuci tangan dengan sabun, menggunakan masker dan belajarnya paling lama 2,5 jam.

Pelaksanaan PTM itu sendiri tambah dia, memberikan tanggung jawab kepada semua pihak untuk berdisiplin mematuhi protokol kesehatan termasuk di sekolahan, dan bukan hanya menjadi tanggung jawab para guru di sekolah tetapi semua masyarakat untuk saling mengingatkan pentingnya mematuhi protokol kesehatan guna menghindari penyebaran COVID-19.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Rejang Lebong, Khirdes Lapendo Pasju ditempat terpisah mengatakan, jika daerah itu pada tahun ajaran baru 2021/2022 masih akan menerapkan PTM sesuai dengan pedoman yang dikeluarkan pemerintah.

Menurut dia, pemberlakuan KBM tatap muka ini dilakukan secara terbatas seperti yang masuk sekolah hanya setengah dari kapasitas ruangan, kemudian jika ada yang terkonfirmasi positif maka gugus tugas sekolah langsung melakukan upaya pencegahan seperti meliburkan sekolah hingga beberapa hari ke depan. (Ant)

Lihat juga...