Libur Idul Adha, KA hanya Layani Tiga Kategori Penumpang Ini

Editor: Makmun Hidayat

PURWOKERTO — Selama masa libur Idul Adha, mulai tanggal 20 hingga 25 Juli ini, kereta api (KA) jarak jauh hanya diperuntukan bagi penumpang dari kalangan pekerja esensial, kritikal dan yang mempunyai kepentingan mendesak. Di luar ketiga kategori tersebut, tidak diperbolehkan untuk menggunakan jasa layanan KA.

Kepala Daerah Operasi (Daop) 5 Purwokerto, Joko Widagdo mengatakan, aturan tersebut diberlakukan mengacu pada Surat Edaran (SE) Kemenhub nomor 54 tahun 2021 tentang perubahan kedua atas SE Menteri Perhubungan nomor SE nomor 42 tahun 2021 tentang petunjuk pelaksanaan perjalanan orang dalam negeri gengan transportasi perkeretaapian pada masa pandemi Covid-19.

“Sesuai instruksi Mendagri, bidang yang menjadi sektor esensial adalah keuangan dan perbankan, pasar modal, TI dan komunikasi, perhotelan non penanganan karantina Covid-19 dan Industri orientasi ekspor,” jelasnya, Selasa (20/7/2021).

Kemudian yang termasuk sektor kritikal, lanjutnya, antara lain bidang kesehatan, keamanan dan ketertiban masyarakat, penanganan bencana, energi, logistik, transportasi dan distribusi, makanan minuman dan penunjangnya, pupuk dan petrokimia, semen dan bahan bangunan, obyek vital nasional, proyek strategis nasional, konstruksi, dan utilitas dasar.

Sementara untuk penumpang dengan kepentingan mendesak, yang dimaksudkan adalah pasien dengan kondisi sakit keras, ibu hamil yang didampingi oleh satu orang anggota keluarga, kepentingan persalinan yang didampingi maksimal dua orang dan pengantar jenazah non Covid-19 dengan jumlah maksimal lima orang.

“Untuk ketiga sektor tersebut, diberlakukan persyaratan khusus yang menunjukkan identitas, bahwa mereka termasuk dalam ketiga sektor tersebut,” ucapnya.

Untuk penumpang dari sektor kritikal dan esensial misalnya, harus menunjukkan surat tanda registrasi pekerja atau surat keterangan lainnya yang dikeluarkan oleh pemerintah daerah setempat. Selain itu juga bisa menggunakan surat tugas yang ditandatangani oleh pimpinan perusahaan atau pejabat minimal eselon 2 untuk instansi pemerintahan dan berstempel basah atau tanda tangan elektronik.

Sedangkan untuk penumpang dengan kepentingan mendesak dibuktikan dengan menunjukkan surat keterangan perjalanan berupa surat rujukan dari rumah sakit (RS) atau surat pengantar dari perangkat daerah setempat atau bisa juga surat keterangan kematian dan sejenisnya.

“Aturan lainnya, pada masa libur Idul Adha selama lima hari ke depan ini, perjalanan KA Jarak Jauh hanya diperbolehkan untuk penumpang dengan usia di atas 18 tahun,” jelasnya.

Sementara itu, Humas Daop 5 Purwokerto, Ayep Hanapi menambahkan, untuk penumpang sektor esensial, kritikal maupun dengan kepentingan mendesak, tetap harus menunjukkan surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR yang berlaku maksimal 2×24 jam atau rapid test antigen maksimal 1×24 jam sebelum keberangkatan.

“Dan khusus untuk pelanggan KA jarak jauh di Pulau Jawa wajib menunjukkan kartu vaksinasi,” terangnya.

Lihat juga...