Lulusan Ponpes di Malang Sukses Usaha Tanaman Herbal

Editor: Koko Triarko

MALANG – Berbekal ilmu yang diperolehnya selama mengenyam pendidikan di pondok pesantren Manajer Tholabie Malang, membawa Abdul Rohman Azis sukses merintis usaha di bidang pertanian, khususnya tanaman herbal.

Meski usahanya baru berjalan sekitar satu tahun, beberapa jenis tanaman herbal sudah berhasil dibudidayakan dan telah dipasarkan ke berbagai daerah di Indonesia.

Diceritakan Azis, selama menjalani pendidikan di pondok pesantren, selain belajar ilmu agama ia juga banyak belajar tentang entrepreneurship, termasuk pertanian. Karenanya, setelah lulus dari ponpes tersebut, Azis kemudian tertarik merintis usaha tanaman herbal.

“Awalnya saya tanam Rosela, kemudian berlanjut ke tanaman Mint dan bunga Telang. Sekarang terus berkembang, ada juga tanaman Stevia, Rosemary, Basil, Oregano dan beberapa tanaman lainnya yang memiliki manfaat bagi kesehatan sekaligus bisa dijadikan sebagai bahan campuran dalam pembuatan makanan dan minuman,” jelasnya kepada Cendana News, saat ditemui di Griya Mint di jalan Pospat, kelurahan Purwantoro, kecamatan Blimbing, kota Malang, Senin (26/7/2021).

Proses pengemasan bunga Telang kering di Griya Mint, Senin (26/7/2021). -Foto: Agus Nurchaliq

Namun demikian, dari sekian tanaman herbal yang ia tanam, tanaman daun mint dan bunga telang yang paling banyak dipesan oleh konsumen. Sebab, kedua tanaman ini bisa dijadikan sebagai campuran berbagai olahan makanan maupun minuman, seperti infuse water, teh, es krim, permen, puding, tumis, kue, hingga campuran masakan Korea.

Bahkan, untuk memenuhi permintaan daun mint yang cukup besar, Azis mengajak kerja sama beberapa petani di kawasan Karangploso untuk menanam daun mint.

“Biasanya yang beli daun mint itu kebanyakan dari resto, kafe dan hotel,” sebutnya.

Terkait harga, Azis menjual tanaman daun mint di kisaran Rp10-25 ribu per polybag, tergantung jenisnya. Sedangkan untuk pembelian daun mint yang masih segar, ia menjualnya dengan harga Rp35 ribu per kilogram.

Namun demikian, saat ini untuk pengiriman daun mint ke luar kota, Azis hanya bisa mengirimkan dalam bentuk bibit tanaman saja. Sedangkan jika ada konsumen yang ingin membeli daun mint yang masih segar bisa langsung datang ke Griya Mint.

“Kendalanya belum ada ekspedisi yang bisa cepat langsung sampai. Sebab, kalau daun mint yang masih segar ini hanya mampu bertahan beberapa jam saja di suhu ruang. Tapi, bisa bertahan lama sekitar satu minggu kalau ditaruh di dalam kulkas,” terangnya.

Sementara untuk bibit tanaman bunga telang dihargai Rp35-40 ribu per polibag. Sedangkan bunga telang kering yang biasanya digunakan sebagai blue teh, Azis menjualnya dengan harga Rp15 ribu per 10 gram.

“Ada juga bibit tanaman rosela dan basil yang dijual seharga Rp25 ribu. Kemudian tanaman oregano, rosemary, dan stevia dijual dengan harga Rp20 ribu. Alhamdulillah, selain di Malang, pemasarannya sudah sampai ke Kalimantan, Sulawesi, Lampung, Jakarta, Semarang, Jawa Tengah, Jawa Barat dan Jawa Timur,” tandasnya.

Sementara itu, Intan, salah satu siswa yang tengah melaksanakan Praktik Kerja Lapang (PKL) di Griya Mint menyebutkan, berdasarkan literatur, daun mint memiliki kandungan antioksida yang tinggi, mampu meningkatkan kesehatan pencernaan dan pereda nyeri.

“Sementara bunga telang dipercaya mampu memelihara fungsi dan kesehatan otak, mencegah dan meringankan reaksi alergi, meringankan peradangan serta menurunkan gula darah dan mengobati diare,” pungkasnya.

Lihat juga...