Mandi di Way Ngekokh Keppah, Liburan ala Anak Pedesaan di Lamsel

Editor: Makmun Hidayat

LAMPUNG — Keceriaaan anak-anak pedesaan dengan sejumlah alternatif permainan masih dilakukan meski zaman modern. Aktivitas yang kerap dilakukan anak-anak di sejumlah pedesaan di Lampung Selatan salah satunya mandi di way ngekokh keppah atau mandi mandian di sungai sembari mencari kerang kepah.

Kegiatan mandi di sungai dilakukan pada area sungai kecil, bendungan dan air terjun. Salah satu warga di Desa Gedong Harta, Kecamatan Penengahan, Lampung Selatan menyebut bermain di way nama lain air atau sungai jadi kearifan lokal. Way atau sungai menjadi sumber kehidupan bagi masyarakat tradisional.

Sejumlah sungai berasal dari mata air Gunung Rajabasa yang dimanfaatkan untuk mandi, minum dan irigasi lahan pertanian. Sungai juga jadi area bermain, mencari bahan makanan bagi anak-anak.

Way atau sungai sebut Yusri yang digunakan salah satunya Way Batokh atau Way Batur. Sesuai namanya memiliki arti kawan atau sahabat, Sungai Way Batokh memiliki air yang jernih dan berpasir pada bagian bawah. Kedalaman aliran air yang dibendung aman untuk anak anak mandi. Selain bermain anak anak bisa membantu orangtua mencuci baju, tikar saat akhir pekan.

“Orangtua kerap memberi kesempatan anak melakukan rekreasi sederhana meski hanya mandi, berenang sembari mencari kerang dengan menggali pasir pada dasar sungai dan mencari ikan serta kepiting yang cukup menyenangkan bagi anak anak terutama liburan,” terang Yusri saat ditemui Cendana News, Minggu (4/7/2021).

Warga Desa Gedong Harta, Kecamatan Penengahan, Lampung Selatan saat di Way Batokh yang kerap digunakan anak-anak untuk rekreasi, Minggu (4/7/2021). -Foto Henk Widi

Mandi di sungai atau mandi di “way bakas” kerap dilakukan khusus bagi anak laki laki. Ia menyebut “sanak kaban demon ne mandi di way, sambil ngekokh keppah, nyippok iwa jama gakhak way”. Artinya anak-anak suka mencari kerang kepah dengan menggali pasir untuk mencari kerang yang bersembunyi di pasir. Selain itu bisa mendapatkan ikan serta kepiting dengan sistem gogoh.

Proses mencari kepiting dan ikan sebut Yusri kerap dilakukan dengan memakai alat. Alat yang digunakan berupa bubu bambu, perangkap dari kelapa muda yang dilubangi. Perangkap bubu bambu bisa digunakan untuk menangkap ikan gabus, ikan wader dan lele. Kelapa muda yang dilubangi bisa menjadi perangkap bagi kepiting sungai.

“Anak-anak akan menyukai bermain di sungai kerap membawa periuk, garam dan cabai rawit untuk memasak hasil tangkapan,” ulasnya.

Aliran Sungai Way Batokh sebut Yusri berada dekat kebun dan permukiman warga. Sungai yang jernih berpadu dengan kesegaran alam kaki Gunung Rajabasa. Anak-nak juga kerap melakukan kegiatan memancing di tepi sungai yang sebagian mengering. Saat kemarau sebagian sungai mengering sehingga kedalaman air cukup aman untuk memancing bagi anak-anak.

Wawan, salah satu anak di Desa Gedong Harta menyebut bermain di sungai jadi hal menyenangkan. Mandi di way, ngekokh keppah jadi kegiatan yang menyenangkan. Anak-anak sebutnya bisa belajar berenang dan menangkap ikan dengan cara memancing atau sekadar mencari kepah. Hasilnya bisa dimasak untuk dinikmati bersama. Kepah sungai sebut Wawan memiliki rasa gurih dan lezat.

“Bermain di sungai yang jernih jadi pengisi liburan sekolah tanpa harus pergi jauh dari rumah,” ulasnya.

Kegiatan rekreasi ala anak anak pedesaan juga dilakukan dengan seluncuran. Tetap didampingi oleh orang yang lebih dewasa, orangtua kegiatan seluncuran kerap dilakukan anak-anak di Cecakhah Way Pekhos. Cecakhah bermakna cabang aliran, way pekhos bermakna air yang berasa asam. Aliran itu memiliki rasa asam dari semburan air belerang dari Gunung Rajabasa.

Rudi, salah satu anak menyebut selain seluncuran, kegiatan menyenangkan mandi sembari ngekokh keppah. Kerang bisa diperoleh dari sejumlah pasir sebagian berlumpur. Jika tidak memperolehnya ia bisa tetap menikmati kegiatan mandi, berenang di Cecakhah Way Pekhos di Desa Pematang, Kecamatan Kalianda itu.

“Rekreasi anak anak pedesaan biasanya membantu orangtua di kebun jaga buah durian, panen kopi dan mandi di sungai,” ulasnya.

Kearifan lokal anak anak pedesaan melakukan rekreasi sederhana jadi hal unik. Saefudin Djamilus, Kepala Bidang Pengembangan dan Destinasi Dinas Pariwisata Lamsel mengaku kegiatan anak anak pedesaan cukup menarik. Terlebih sejumlah lokasi bermain merupakan sejumlah destinasi wisata yang penuh nilai historis, berada di alam dengan udara sejuk.

“Kearifan lokal anak-anak yang bermain dekat dengan alam ini bahkan menjadi program televisi swasta yang unik,” ulasnya.

Sejumlah kegiatan rekreasi bagi anak-anak jadi alternatif saat liburan. Meski demikian ia menyebut orangtua tetap harus melakukan pemantauan. Faktor keamanan saat anak bermain sekaligus menjadi kegiatan menyenangkan bagi anak. Melakukan kegiatan rekreasi di sungai dengan sejumlah aktivitas sekaligus menjaga kearifan lokal warga yang memanfaatkan sungai atau way.

Lihat juga...