Mangga Pakel Nyaris Punah Dilestarikan Petani Batu Putuk

Editor: Makmun Hidayat

LAMPUNG — Salah satu komoditas pertanian keluarga mangga dengan aroma harum adalah buah mangga pakel. Mangga ini masih banyak dijumpai di kaki Gunung Betung. Petani menanam pakel dengan perbanyakan bibit memakai biji yang telah tua.

Suminah, petani di Kelurahan Batu Putuk, Kecamatan Teluk Betung Barat, Bandar Lampung bilang oleh warga setempat mangga pakel juga disebut bacang. Memiliki aroma wangi buah bernama ilmiah Mangifera foetida itu nyaris punah.

Alasannya banyak petani memilih kultivar mangga lain yang lebih besar, manis dan minim serat serta bernilai ekonomis tinggi. Bagi petani di pedesaan, menanam pakel tetap dilakukan untuk pelindung tananam kakao, pisang dan lada.

Budidaya mangga pakel sebut Suminah kerap ditinggalkan. Sebab buah pakel, sebutan langsung untuk mangga jenis itu memiliki getah penyebab gatal. Petani menyebut getah pakel menyebabkan rasa gatal, panas dan efek terbakar pada kulit terutama di sekitar bibir dan mulut. Oleh warga getah tersebut kerap menyebabkan “dadaken” sehingga pakel kerap tidak dibudidayakan.

“Petani yang tahu cara memanen dengan mengurangi efek getah biasanya memakai karung dan menggunakan abu gosok agar tidak terkena getah, buah memiliki aroma wangi khas sehingga kerap salah menyebutnya dengan mangga kweni yang nyaris mirip,” ulas Suminah saat ditemui Cendana News, Senin (5/7/2021).

Suminah, salah satu warga di Kelurahan Batu Putuk, Kecamatan Teluk Betung Barat, Bandar Lampung memiliki puluhan tanaman mangga pakel untuk dijual, Senin (5/7/2021). -Foto Henk Widi

Budidaya buah pakel sebutnya cukup mudah dengan menyemai biji. Buah yang telah tua, matang di pohon paling baik menjadi benih. Setelah berkecambah biji bisa disemai pada polybag lalu bisa dipindah ke media tanam kebun. Menanam pakel sebutnya masih banyak dimanfaatkan untuk memenuhi permintaan pengepul buah. Jenis mangga pakel kerap digunakan sebagai bahan sambel  saat muda dan pelengkap es buah saat matang.

Ciri khas pakel sebutnya dibanding mangga jenis lain memiliki kulit yang tebal. Pada bagian kulit yang berwarna hijau muncul bintik bintik. Melalui proses pengolahan yang benar tanpa terkena bagian getah, Suminah mengaku kerap membuatnya menjadi manisan. Permintaan komoditas pertanian memenuhi sejumlah usaha kuliner untuk sambal pelengkap ikan bakar dan asinan.

“Satu pohon bisa menghasilkan satu kuintal lebih buah pakel dengan hasil mencapai ratusan ribu,” ulasnya.

Per kilogram pakel sebutnya dijual seharga Rp5.000. Pengepul kerap memanen saat menjelang matang sehingga bisa dijual untuk bahan sambal, asinan. Meski memiliki harga lebih rendah daripada jenis mangga lain, Suminah mengaku pakel mendukung usaha pertaniannya. Sebab hama bajing yang kerap memangsa kelapa, pisang, kakao bisa memiliki alternatif pakan buah pakel. Pakan alami itu mencegah hama bajing memangsa komoditas pertanian produktif lain.

Suminah bilang lokasi pertanian yang ada di gugusan lereng Gunung Betung membuat pakel sangat bermanfaat. Tanaman pakel sengaja ditanam pada sejumlah lereng yang sulit ditanami komoditas produktif. Penanaman pakel juga bisa menjadi peneduh pada halaman sekaligus penahan longsor kala penghujan.

“Meski banyak petani tidak lagi menanam namun pakel bisa jadi penghasilan tambahan,”ulasnya.

Perbanyakan tanaman mangga pakel dengan biji bisa digunakan melestarikan mangga yang nyaris punah itu. Demikian diungkapkan Idi Bantara, Kepala Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Way Sekampung Way Seputih Lampung. Ia menyebut perbanyakan dengan biji akan mempertahankan kelestarian mangga pada lahan pertanian. Selain sebagai komoditas pertanian, pakel bisa jadi bahan pakan satwa liar.

“Petani bisa menanamnya di kebun minimal dua pohon sebagai penyeimbang pada lahan pertanian,” ulasnya.

Idi Bantara menyebut pakel bisa menjadi rantai makanan yang mendukung pasokan pakan hama. Petani yang selama ini mengeluhkan hama musang, bajing, kalong bisa menjadikan pakel sebagai umpan. Petani juga bisa memiliki hasil dari menanam pakel yang dominan dipanen saat menjelang tua. Selain bernilai ekonomis, pakel juga bisa menjaga keseimbangan ekosistem pada pertanian sistem tumpang sari.

Lestari, perani asal Kelurahan Batu Putuk menyebut menjual beberapa jenis mangga. Mangga pakel, kuweni dan dermayu atau Indramayu digunakan untuk buah segar dan bahan sambal. Jenis mangga pakel sebutnya telah dilayukan serta dicuci bersih agar tidak gatal. Mangga pakel yang dijual Rp7.000 sebutnya lebih murah daripada Kuweni Rp10.000 dan Indramayu Rp15.000 per kilogram.

Lihat juga...