Masuk Banjarmasin Harus Miliki Hasil Tes Negatif COVID-19

BANJARMASIN – Pemerintah Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel), memperketat penjagaan pintu masuk pelabuhan dan mewajibkan pendatang mengantongi tes negatif terpapar COVID-19.

“Bentuk pengetatan pintu masuk di pelabuhan, kita mempersyaratkan orang yang masuk ke Banjarmasin itu harus melampirkan hasil swab negatif, minimal rapid test antigen,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin, Machli Riyadi, Senin (5/7/2021).

Kebijakan pengetatan penjagaan pintu masuk di pelabuhan tersebut, sesuai hasil rapat koordinasi dan evaluasi penanganan dan pengendalian COVID-19 di Banjarmasin.  Rapat evaluasi tersebut dibuka langsung oleh Wali Kota Banjarmasin, H Ibnu Sina. Selain Dinas Kesehatan, hadir pula Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Banjarmasin dan beberapa kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) lainnya.

Machli Riyadi menyebut, pengetatan penjagaan di pintu masuk pelabuhan di Banjarmasin, untuk merespon dilaksanakannya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat di daerah Jawa dan Bali. Banjarmasin juga meningkatkan kewaspadaan, terhadap warga pendatang dari dua pulau itu.

Kota Banjarmasin, memiliki pelabuhan Trisakti Banjarmasin, yang menjadi pelabuhan terbesar, untuk kedatangan kapal-kapal besar baik penumpang maupun barang. Selain itu ada lagi beberapa pelabuhan di ibu kota provinsi Kalsel ini. “Jadi seperti di bandara, orang datang harus lihat tes swab negatif, sama halnya di Banjarmasin, untuk jalur pelabuhan. Kalau misalnya tidak bisa menunjukkan jangan masuk Banjarmasin karena tidak memenuhi syarat,” papar Machli Riyadi.

Tidak hanya diberlakukan pada penumpang yang hendak memasuki kawasan Banjarmasin. Hal ini juga diberlakukan pada Anak Buah Kapal (ABK) di pelabuhan. Banjarmasin memang tidak memberlakukan PPKM darurat, namun kewaspadaan terus ditingkatkan, demi menekan lajunya kasus COVID-19. (Ant)

 

Lihat juga...