Memasuki Kemarau, Waspadai Bencana Kekeringan

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

JAKARTA – Memasuki dasarian pertama Juli 2021, dinyatakan sudah lebih dari 60 persen wilayah Indonesia memasuki musim kemarau dan patut mewaspadai adanya potensi kekeringan meteorologis. Walaupun masih ada beberapa daerah yang masih memiliki curah hujan tinggi hingga sangat tinggi.

Peneliti Cuaca dan Iklim Ekstrem, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Siswanto, menyatakan, tercatat sudah 63,16 persen dari jumlah zona musim di Indonesia yang memasuki musim kemarau dan ada tujuh daerah yang sudah tidak mengalami hujan lebih dari dua bulan.

Peneliti Cuaca dan Iklim Ekstrem, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Siswanto, saat dihubungi, Rabu (7/7/2021) – Foto: Ranny Supusepa

“Sudah 63,16 persen yang masuk musim kemarau. Meliputi Aceh, sebagian Sumatera Utara, Jambi bagian barat, sebagian Sumatera Selatan, Lampung bagian timur, sebagian Banten, sebagian DKI Jakarta, sebagian Jawa Barat, sebagian Jawa Tengah, DIY, Jawa Timur, Bali, NTB, NTT, Kalimantan Selatan bagian barat, Kalimantan Timur bagian selatan, Sulawesi Selatan bagian barat, dan Sulawesi Tengah bagian utara,” kata Siswanto saat dihubungi, Rabu (7/7/2021).

Ia menyatakan memang beberapa daerah terlambat untuk memasuki musim kemarau. Tapi, proses memasuki musim kemarau ini memang selalu terjadi bertahap.

“Beberapa daerah telat. Tapi wilayah NTT dan NTB sudah masuk musim kemarau sejak periode April Mei lalu,” ucapnya.

Ia menyebutkan proses memasuki musim kemarau ini, umumnya masih berlangsung hingga Juli dan Agustus.

“Untuk daerah yang sudah lama tidak ada hujan itu tersebar di dua provinsi, NTT dan NTB,” ucapnya lagi.

NTT meliputi Kota Kupang yang sudah tak mengalami hujan selama 87 hari,  Lembata selama 84 hari, Sumba Timur 84 hari, Sikka 72 hari dan Belu 64 hari. Sementara yang di NTB adalah Bima yang sudah tak mengalami hujan selama 87 hari.

“Untuk daerah yang mengalami potensi kekeringan meteorologis, BMKG sudah memberikan peringatan dini pada klasifikasi siaga dan awas hingga satu dasarian ke depan,” kata Siswanto.

Tapi ada beberapa daerah yang memiliki curah hujan tinggi hingga sangat tinggi, meliputi Pulau Belitung, Sulawesi Tenggara bagian timur, sebagian kecil Papua Barat bagian barat dan sebagian kecil Papua bagian tengah.

“Untuk dasarian I bulan Juli, diprakirakan wilayah Indonesia masih akan didominasi angin timuran. Juga terpantau adanya aliran massa udara pada lapisan atmosfer bagian bawah yang menunjukkan dominasi angin monsun Australia di bagian selatan ekuator,” pungkasnya.

Lihat juga...