Menyeberang Via Bakauheni Wajib Tunjukan Sertifikat Vaksinasi

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

LAMPUNG — Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat di pulau Jawa, Bali ikut berdampak bagi pelaku perjalanan asal Sumatera. Otoritas berwenang di Provinsi Lampung mewajibkan yang akan menyeberang dengan kapal harus memiliki bukti negatif Covid-19.

Suwoyo, koordinator Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas II Panjang menyebutkan, sesuai dengan masa PPKM darurat di Lampung syarat penyeberangan laut dari dan ke pulau Jawa berlaku sejak Senin (5/7/2021) hingga Selasa (20/7/2021) meliputi rapid test PCR dan antigen berlaku 2×24 jam.

Syarat lain dengan memperlihatkan kartu atau sertifikat vaksinasi, minimal tahap pertama.  Sertifikat vaksin bisa diakses sesuai NIK di https://asset.pedulilindungi.id. Pelaku perjalanan juga wajib mengisi kartu kendali kesehatan berbasis online (E-Hac).

“Bagi pelaku perjalanan yang berkepentingan khusus namun belum divaksin menunggu giliran dengan alasan medis berdasarkan keterangan dari dokter spesialis dapat menggunakan rapid test PCR atau antigen, sehingga bisa membeli tiket kapal untuk menyeberang,” terang Suwoyo saat dikonfirmasi Cendana News, Rabu (7/7/2021).

Selain bagi pelaku perjalanan dengan kendaraan, pejalan kaki, syarat wajib juga diberlakukan bagi pengemudi kendaraan logistik dengan memperlihatkan surat/sertifikat tahap pertama. Namun tetap menunjukkan surat keterangan hasil negatif test PCR selama 2×24 jam atau antigen 1×24 jam. Fasilitas test antigen disediakan pada lokasi pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan.

Penyediaan fasilitas rapid test antigen  telah dikoordinasikan dengan sejumlah pihak. Fasilitas rapid juga disediakan pada area pelabuhan reguler dan eksekutif.

“Koordinasi dilakukan oleh sejumlah unsur untuk melakukan penyekatan di ujung pulau Sumatera melalui pelabuhan Bakauheni,” ulasnya.

Salah satu pelaku perjalanan, Lisnawati, memperlihatkan surat rapid test antigen, Rabu 26 Mei 2021 (Dok CDN).

Salah satu pelaku perjalanan, Valentina, mengaku berangkat dari Lampung Timur ke Banten. Beruntung sejak awal Mei ia telah menerima vaksin dari perusahaan tempatnya bekerja. Ia membawa bukti fisik sertifikat vaksin tahap pertama dan kedua. Selain sertifikat ia juga memperlihatkan sertifikat digital pada smartphonenya.

“Saya tetap membawa dokumen pelengkap bukti telah divaksin, selain itu tetap memakai masker dan hand sanitizer,” ungkapnya.

Pengemudi angkutan logistik, Sumijo asal Lampung Timur mengaku ia telah menerima vaksin tahap pertama. Bukti surat vaksin telah disimpan dalam bentuk gambar tangkap layar smartphone miliknya.

Selain mengangkut singkong, Sumijo menyebut setiap dua hari ia mengirim sayuran. Kendaraan yang masuk kategori esensial dan kritikal berupa logistik hanya diperiksa dokumen vaksin. Ia menyebut proses pembelian tiket telah dilakukan oleh pengurus penyeberangan secara online.

Lihat juga...