Mie Godog Jowo, Sajian Lezat Penghangat Badan di Kala Hujan

Editor: Maha Deva

LAMPUNG – Saat musim penghujan, sajian kuliner berkuah dan menghangatkan, menjadi salah satu alternatif untuk disantap. Sajian mi berkuah hangat, bisa menjadi pilihan untuk makan malam. Di Bandar Lampung, salah satu penyedia mi godog jowo atau mi jawa rebus ada di Jalan Urip Sumoharjo, Sukarame, Bandar Lampung.

Menu berbahan mi itu disajikan dengan cara direbus atau digoreng sesuai selera. Mi godog jowo, disebut Asniah sesuai namanya berciri khas dimasak memakai anglo berbahan bakar arang kayu. Cara memasak tersebut dipertahankan keasliannya untuk memasak mi godog jowo. Penggunaan anglo untuk memasak, dengan alasan panas anglo stabil, sehingga memasak menjadi cepat.
Bahan utama mi godog jowo adalah mi telur, kaldu ayam, sayur kol, sawi hijau, daun bawang, tomat, telur bebek, kecap dan suwiran daging dada ayam kampung. Bumbu halus pelezat rasa yang dihaluskan berupa bawang putih, bawang merah, merica, kemiri, cabai merah, garam secukupnya. Mi telur atau mi kuning yang akan dimasak baik direbus atau digoreng, terlebih dahulu direbus hingga lunak dan ditiriskan.

“Proses awal mengolah mi godog jowo dengan menumis semua bumbu halus memakai minyak goreng hingga halus lalu tuangkan irisan sayur kol putih, sawi hijau, daun bawang lalu aduk hingga layu, tambahkan kaldu ayam dan diaduk, beri air sedikit lalu didihkan,” terang Asniah, saat ditemui Cendana News, Sabtu (3/7/2021) malam.

Mi godog jowo atau rebus jawa dihidangkan dengan memakai wajan dengan pelengkap kerupuk dan jeruk nipis, Sabtu (3/7/2021) – foto Henk Widi
Setelah air mendidih, mi yang telah direbus masukkan ke dalam wajan bersama bahan yang ditumis. Tuangkan daging ayam kampung suir, lalu aduk agar semua bahan tercampur sempurna. Pecahkan telur bebek yang juga bisa diganti telur ayam, sesuai selera pelanggan. Agar semakin gurih, tambahkan penyedap rasa lalu koreksi rasa dan masak hingga matang lalu angkat.
Mi godog jowo disebut Asniah, memiliki aroma yang khas. Penggunaan anglo berbahan bakar arang memberikan kesan dan suasana masakan ala pedesaan di Yogyakarta dan Jawa Tengah, sebagai asal mi godog jowo. Agar lebih lezat, sajian mi godog diberi tambahan jeruk nipis, kerupuk, serta sambal cabai rawit. “Penyuka pedas telah kami sediakan sambal cabai dan pada varian mi jowo godog ranjau diberi taburan cabai rawit utuh,” bebernya.
Lestari, juru masak sekaligus pramusaji menyebut, sajian mi godog jowo ciri khas lainnya, penyajian memakai wajan kecil. Penggunaan wajan kecil akan mempertahankan kehangatan mi godog jowo yang dihidangkan. Sebagai pelengkap, dihidangkan sambal cabai dan jeruk nipis yang siap diperas. Sebab sebagian pelanggan menyukai rasa asam untuk campuran mi godog jowo.
Seorang pembeli, Susanto dan sang istri, Herlinda, mengaku merindukan kuliner mi godog jowo. Dimasak memakai anglo, menjadi ciri khas mi khas Jawa itu, untuk mengobati kerinduan akan tanah kelahirannya di Yogyakarta. Sajian mi godog jowo, akan semakin lezat disantap saat penghujan. Namun saat pandemi dengan pembatasan bagi pelanggan, ia memilih memesan untuk dibungkus. “Pesan dua porsi mi godog jowo memakai telur bebek nanti disantap bareng anak anak di rumah,” ulasnya.
Penikmat mi godog jowo, Stevani menyebut, tekstur lembut mi berpadu dengan kuah yang hangat. Dan keberadaan telur bebek yang dicampurkan, membuat kekentalan kuah mi godog jowo bertambah. Proses pengolahan memakai anglo, dapat mempertahankan cita rasa. Bumbu yang berasal dari daun bawang, merica dan kemiri semakin menambah kelezatan dan merica yang hangat, cocok menjadi penghangat badan kala penghujan.
Cukup merogoh kocek Rp20.000, sudah bisa menikmati seporsi kuliner tradisional tersebut di Lampung. Agar semakin bercita rasa, tambahan perasan jeruk nipis dan sambal cabai bisa ditambahkan. Taburan bawang merah goreng serta kerupuk, akan menambah renyah mi godog jowo saat disantap.
Lihat juga...