‘Modal Kita’ Angin Segar bagi Warga Ingin Memulai Usaha

Editor: Makmun Hidayat

MALANG – Pemberian pinjaman modal usaha ‘Modal Kita’ yang digagas Yayasan Dana Sejahtera Mandiri (Damandiri) melalui koperasi-koperasi binaannya, terus memberikan angin segar bagi masyarakat yang ingin mengembangkan usahanya maupun yang ingin memulai usaha. 

Salah satu warga penerima manfaat program Modal Kita di Desa Cerdas Mandiri Lestari (DCML) Kedungkandang, Sukaria, mengaku sangat antusias membuka usaha baru setelah mendapatkan pinjaman Modal Kita dari Koperasi Unit Desa (KUD) Suluh Sejahtera Mandiri.

Tercatat, hingga saat ini Sukaria telah tiga kali mengajukan pinjaman Modal Kita yang ia gunakan untuk membuka dan mengembangkan usaha warung kecil-kecilan di rumahnya.

“Pinjaman pertama Rp2 juta digunakan untuk membuka usaha frozen food, gorengan dan minuman. Kemudian pinjaman kedua dan ketiga masing-masing Rp3 juta untuk menambah isi warung makanan ringan jajanan anak-anak,” ucapnya usai menerima pencairan pinjaman Modal Kita yang ketiga.

Menurutnya, sebelum masa pandemi, pembelinya lumayan ramai yang berasal dari warga sekitar dan anak sekolah. Meskipun tidak menentu, setiap harinya Sukaria bisa mendapatkan penghasilan minimal Rp100 ribu, bahkan bisa mencapai Rp300 ribu dalam kondisi ramai pembeli.

“Tapi saat pandemi pembelinya sempat sepi. Apalagi anak-anak tidak ada yang masuk sekolah,” keluh Ibu dari dua orang anak ini.

Namun demikian, meskipun dalam kondisi pandemi Sukaria memastikan pembayaran angsuran pinjaman Modal Kita tetap berjalan lancar agar tidak terjadi tunggakan.

“Untuk pembayaran angsuran saya usahakan bisa lancar supaya tidak ada tunggakan. Karena selain dari hasil menyisihkan uang keuntungan usaha, juga dibantu dari gaji suami,” akunya.

Lebih lanjut Sukaria menuturkan, ia mendapatkan informasi terkait adanya pinjaman Modal Kita dari para pengurus yang ada di tempatnya. Menurutnya, selain karena pelayanannya bagus, yang membuat Sukaria tertarik untuk mengajukan pinjaman Modal Kita adalah tidak adanya agunan atau jaminan yang harus diserahkan sebelum mengajukan pinjaman.

“Sebelumnya tidak pernah mengajukan pinjaman ke tempat lain. Baru kali ini mengajukan pinjaman untuk membuka usaha,” tuturnya.

Sementara itu, Supervisor KUD Suluh Sejahtera Mandiri, Abdul Rohim, tidak semua anggota koperasi bisa langsung mengajukan pinjaman selanjutnya. Karena sebelumnya, pengurus akan mengecek rapor dari anggota tersebut. Apakah pembayaran angsurannya lancar, atau justru masih ada tunggakan.

“Jadi kita lihat dulu rapornya. Kalau memang pembayarannya lancar, kita beri lagi pinjaman supaya usahanya bisa terus berkembang,” tandasnya.

Lihat juga...