MPLS di Kabupaten Sikka Digelar Daring

Editor: Koko Triarko

MAUMERE – Sejumlah sekolah di kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, menggelar masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) secara daring, menyusul masih tingginya kasus Covid-19.

“Kami menyelenggarakan MPLS secara daring sejak Senin (19/7) selama tiga hari,” kata Kepala Sekolah SMPN 1 Maumere, Kabupaten Sikka, NTT, Vitalis P. Sukalumba, saat dihubungi pada Kamis (22/7/2021).

Vitalis menyebutkan, MPLS dilaksanakan bagi 229 siswa baru kelas VII yang tergabung dalam 7 kelas dan dilaksanakan secara daring menggunakan aplikasi Google Meet.

Dia mengatakan, MPLS dilaksanakan secara daring karena masih berada di masa pandemi Covid -19, guna mencegah penyebaran Covid-19, khususnya pada satuan pendidikan.

Kepala Sekolah SMPN1 Maumere, Kabupaten Sikka, NTT, Vitalis P. Sukalumba, S.Pd., saat ditemui di sekolahnya, Kamis (15/7/2021). -Foto: Ebed de Rosary

“MPLS dilaksanakan selama tiga hari sejak Senin, Kamis dan Jumat. Hari Selasa libur Iduladha dan Rabu kemarin (21/7) ada vaksinasi massal bagi para guru, sehingga diundur ke hari ini dan besok,” ucapnya.

Vitalis menjelaskan, selain melaksanakan MPLS, pembelajaran untuk siswa kelas VIII dan IX pun telah dilaksanakan sejak Senin (19/7) menggunakan aplikasi yang sama.

Menurutnya, pembelajaran untuk siswa kelas VIII dan IX berlangsung selama satu jam sejak pukul 9.30 WITA hingga 10.30 WITA, sementara siswa kelas VII mulai pukul 08.30 WITA sampai 10.30 WITA.

“Siswa kelas VIII dan IX pun tetap melaksanakan pembelajaran secara daring. Kami masih menunggu keputusan dari Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (PKO) kabupaten Sikka, soal pembelajaran tatap muka,” ungkapnya.

Sementara itu,Kepala Sekolah SMPK Frater Mumere, Fr. M. Herman Yoseph, BHK., S.Pd., mengatakan, sekolahnya telah selesai menyelenggarakan MPLS yang dilaksanakan selama seminggu.

Frater Yoseph menjelaskan, MPLS dilakukan melalui daring menggunakan media Youtube dan WhattsApp Group,  setiap hari siswa mengisi daftar hadir melalui Google Form.

“Pemberian materi dilaksanakan selama dua hari, sementara sisanya hari Rabu (14/7) sampai Jumat (16/7) diberikan hari kreativitas. Hari Sabtu (17/7) penutupan kegiatan secara daring,” ungkapnya.

Frater Yoseph mengatakan,untuk pembelajaran tatap muka pihaknya masih menunggu surat keputusan dari Dinas PKO Kabupaten Sikka. Ia mengaku siap menerapkan pembelajaran secara daring, bila sekolah tatap muka belum diperbolehkan.

Lihat juga...