Nelayan di Jember Manfaatkan Aplikasi Penunjuk Arah Angin

Editor: Koko Triarko

JEMBER – Perkembangan zaman makin modern dan teknologi kian canggih, memberikan manfaat untuk kepentingan hidup masyarakat. Tak kecuali, bagi kehidupan nelayan yang aktif setiap harinya menangkap ikan.

Lutfi Ardiansyah, nelayan warga Desa Puger Kulon, Kecamatan Puger, Jember, mengatakan, berkat salah satu aplikasi penunjuk arah angin yang saat ini banyak digunakan nelayan di Puger, mampu membantu aktivitas para nelayan mencari ikan.

“Saat ini arah angin kadang tidak menentu. Tapi, karena ada aplikasi petunjuk arah mata angin, bisa lebih memudahkan kita untuk pergi mencari ikan,” ujar Lutfi Ardiansyah, saat ditemui pada Senin(26/7/2021).

Lutfi menjelaskan, pantai selatan bagi para nelayan menjadi tantangan tersendiri dalam mencari ikan, terlebih karena perubahan angin yang tidak menentu menyebabkan banyak perahu nelayan yang gagal untuk mencari ikan.

Lutfi Ardiansyah, saat ditemui di Desa Puger, Kecamatan Puger, Jember, selepas mencari ikan, Senin (26/7/2021). –Foto: Iwan Feriyanto

“Risiko yang sering terjadi, kita sering kali berhadapan dengan arah angin yang tiba-tiba berubah. Angin seketika dapat membawa ombak yang cukup tinggi. Akibatnya, kita membatalkan diri untuk mencari ikan,” ungkapnya.

Perubahan angin yang terjadi secara tiba-tiba, menimbulkan banyak kerugian. Bahkan, perubahan arah angin juga kerap menyebabkan kecelakaan laut.

Lutfi mengatakan, manfaat adanya teknologi penunjuk arah angin mampu membantu aktivitas para nelayan. Monitoring angin yang terpantau dalam aplikasi tersebut sangat efektif.

“Keakuratan penerapan monitoring aplikasi penunjuk arah angin sangat efektif, tentunya. Bisa dikatakan, 90 persen efektivitasnya tepat sasaran dalam memberikan informasi. Bahkan, pantauan arah angin bisa diketahui lima hari sebelumnya. Jadi, para nelayan memilih untuk tidak mencari ikan, bila informasi angin potensi buruk,” terangnya.

Terpisah, Yayat Riyadi, mengatakan dominasi perubahan angin biasanya terjadi pada saat musim seperti ini. Namun, saat ini sudah berbeda. Seringkali keadaan angin terjadi secara tiba-tiba di musim pancaroba kali ini.

“Informasi perubahan angin saat ini sudah mudah didapatkan. Lewat telepon, sesama nelayan saling menginformasikan. Jadi, kalau dimungkinkan terjadi angin buruk, kita memilih istirahat di rumah,” ucapnya.

Lihat juga...