Optimalkan Penggunaan Gentong Air, Upaya Jaga Kesehatan Keluarga

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

LAMPUNG –  Sinergi antara jajaran Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dan masyarakat terus dilakukan dalam upaya pencegahan virus Covid-19.

Inspektur Dua (Ipda) Maulana Sukmawijaya, Pelaksana Harian (PLH) Kapolsek Sidomulyo, Polres Lampung Selatan menyebut, sinergi kepolisian dilakukan dalam upaya menjaga kesehatan masyarakat dengan pemakaian gentong air.

Gentong air sebut Ipda Maulana Sukmawijaya jadi model kearifan lokal masyarakat pedesaan dalam menjaga kebersihan. Sejak puluhan tahun silam, gentong air jadi sarana penyediaan air bersih untuk membersihkan tangan, kaki sebelum masuk rumah.

Pada sejumlah rumah warga yang memakai sumur gali, gentong jadi fasilitas padasan atau tempat mandi. Meski mulai ditinggalkan, pemakaian gentong untuk dukung kegiatan menjaga kesehatan terus dilakukan.

Memanfaatkan gentong air sebut Iptu Maulana Sukmawijaya mudah diterapkan. Berkolaborasi dengan unsur desa, Polsek Sidomulyo yang membawahi sekitar 20 desa membentuk Kampung Tangguh Nusantara Ruwa Jurai.

Kampung Tangguh bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat pada upaya menjaga kesehatan, swasembada pangan hingga keamanan. Penggunaan gentong air sebutnya jadi bagian implementasi kampung tangguh.

“Aspek lain dalam upaya menjaga kesehatan masyarakat tentu berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan dalam hal ini Puskesmas Rawat Inap Sidomulyo, lalu implementasi pada tingkat desa hingga keluarga melibatkan pemerintah desa agar derajat kesehatan meningkat,” terang Ipda Maulana Sukmawijaya saat dikonfirmasi Cendana News, Jumat (2/7/2021).

Ipda Maulana Sukmawijaya menyebut Polri yang telah mendukung kegiatan vaksinasi massal  tetap menggencarkan protokol kesehatan (prokes).

Meski sebagian masyarakat telah menerima vaksin tahap pertama, kedua, disiplin prokes mutlak diterapkan. Pemasangan fasilitas tempat cuci tangan jadi pelengkap prokes yakni memakai masker, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, membatasi mobilitas dan interaksi.

Disiplin prokes sebut Ipda Maulana harus diterapkan dari keluarga. Setiap keluarga memiliki kewajiban dalam upaya menjalankan fungsi promosi kesehatan (promkes).

Langkah kecil dengan mengoptimalkan kearifan lokal penggunaan gentong air diajarkan pada anak-anak. Gentong air sebutnya harus rutin diisi dan dilengkapi sabun cuci yang bisa digunakan untuk mencuci tangan sebelum masuk rumah.

“Gentong yang diisi air juga harus selalu tertutup jangan sampai justru menjadi sarang nyamuk,” ulasnya.

Iptu Maulana Sukmawijaya menyebut, sebetulnya padasan merupakan kearifan lokal nenek moyang. Pada budaya Jawa membersihkan diri sebelum masuk rumah dilakukan dengan memanfaatkan padasan.

Padasan memiliki fungsi menjaga kebersihan fisik dengan cara membersihkan muka, tangan dan kaki sebelum masuk rumah. Selain memanfatkan pancuran, padasan juga dilengkapi gayung biasanya dari batok kelapa, batok buah maja kering.

Unsur nilai kesehatan sebutnya bisa diajarkan kepada anak usia dini. Penggunaan air dengan prinsip penghematan dilakukan agar bisa menjaga keberlangsungan air.

Sejumlah warga sebutnya secara kreatif menambah fasilitas padasan memakai galon air lengkap dengan kran. Kreativitas warga menjadi upaya kemandirian dalam menjaga kesehatan terutama saat pandemi belum berakhir.

“Polsek juga menggencarkan agar setiap desa kembali menerapkan Satgas Covid-19 dalam mendisplinkan prokes,” ujarnya.

Misiran Sanjaya, Kepala Desa Sidomulyo, Kecamatan Sidomulyo menyebut Polri ikut membentuk Kampung Tangguh. Wujud nyata yang dilakukan oleh desa sebutnya dengan memfasilitasi warga mendapatkan gentong air.

Gentong air atau padasan sebutnya jadi kearifan lokal masyarakat desa dalam upaya menjaga kebersihan. Selain itu edukasi bagi anak-anak untuk selalu rajin mencuci tangan.

“Setiap rumah diwajibkan menyediakan tempat cuci tangan karena pandemi belum berakhir,” ulasnya.

Penggunaan gentong air yang difungsikan untuk cuci tangan menjadi berkah bagi Ponidah. Warga Desa Sidorejo, Kecamatan Sidomulyo mengaku ikut mendukung upaya menjaga kebersihan.

Salah satu perajin gentong, Ponidah, di Desa Sidorejo Kecamatan Sidomulyo Lampung Selatan menyelesaikan gentong untuk alat cuci tangan menjaga kebersihan selama pandemi Covid-19, Jumat (2/7/2021) – Foto: Henk Widi

Selama pandemi ia mengaku mendapat pesanan hingga ribuan gentong air dari sejumlah desa. Gentong seharga Rp30.000 itu sebutnya menjadi alat tradisional untuk mencuci tangan.

Tujuan akhir sebutnya menjaga kesehatan selama pandemi.

Lihat juga...