Pandemi, Pelaku UMKM Harus Pandai Membaca Peluang Usaha

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

BEKASI – Sejumlah pelaku UMKM kini merasakan adanya penurunan penjualan, permodalan, distribusi terhambat, kesulitan bahan baku, produksi menurun, dan PHK buruh.  Hal ini tentu menjadi ancaman bagi perekonomian nasional.

“Pelaku UMKM saat seperti sekarang diminta tidak fanatik terhadap produknya sendiri. Tapi, harus menyesuaikan kebutuhan terhadap barang yang ditawarkan,” ungkap Herawan, Ketua Bidang UMKM Dekopinda Kota Bekasi, kepada Cendana News, Selasa (13/7/2021).

Dikatakan, pelaku UMKM juga harus bisa membaca peluang, salah satunya kebutuhan pasar yang ada saat ini. Misalnya, kondisi pandemi tidak mungkin kebutuhan fashion seperti baju atau sepatu menjadi hal yang pokok. Tentu, pesanan akan beralih pada kebutuhan mendasar seperti makanan atau pun obat-obatan.

Menurut Herawan, varian obat-obatan misalnya masker dan alat pelindung diri (APD) kini menjadi kebutuhan dasar banyak orang. Kedua adalah makanan harus dikuatkan, banyak orang ingin makan makanan bergizi, guna memperkuat imun tubuh.

Namun demikian, jika pelaku UMKM produk fashion  tetap berjalan, bisa dijadikan bisnis nomor sekian, bukan nomor satu lagi. Inilah yang dimaksud agar para pelaku UMKM  menyesuaikan dengan kebutuhan paling aktual.

“Pelaku UMKM harus siap beralih, untuk keberlangsungan hidup, jangan memaksakan fanatisme pada produk yang sudah lama dijalankan. Harus lebih jeli melihat peluang pasar,” tegas pensiunan Dinas Koperasi dan UKM Kota Bekasi tersebut.

Hal lain, lanjutnya, adalah memperkuat promosi melalui digital. Karena larangan tatap muka yang sudah lama dilakukan membuat arah pemasaran harus lebih ke digital.

“Secara teori, promosi diperkuat dengan sistem bazar dan lainnya. Tapi, kondisi sekarang tidak memungkinkan, harus dengan kegiatan digital. Bagaimana cara menembus pemasaran secara online dengan sistem digital dan lainnya,” tandas Herawan yang sekarang membuka usaha pembibitan ikan konsumsi.

Ketua Skill Development Center (SDC) Kota Bekasi, Jawa Barat, Aji Ali Syabana, menyatakan senada, pelaku UMKM di Kota Bekasi harus mampu mengimbangi permintaan pasar di tengah PPKM Darurat.

“Kondisi sekarang pelaku UMKM harus mampu berkreasi agar tetap bertahan,” ucapnya.

Lihat juga...