Pandemi, Produksi Ikan Konsumsi di Bogor Alami Penurunan

CIBINONG  – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bogor, Jawa Barat mencatat ada penurunan pada produksi sektor ikan konsumsi di wilayahnya selama pandemi COVID-19.

“Berdasarkan perkembangan produksi perikanan menurut jenis ikan, untuk ikan konsumsi dari semula 125 ribu ton pada tahun 2019, menurun jadi 118 ribu ton pada tahun 2020,” ungkap Koordinator Fungsi Statistik Sosial BPS Kabupaten Bogor, Ujang Jaelani di Cibinong, Bogor, Minggu.

Menurutnya, angka produksi ikan konsumsi di tahun 2019 tersebut sudah mengalami peningkatan dari angka produksi tahun 2018 yang seberat 122 ribu ton.

Namun, Ujang mencatat area perikanan di Kabupaten Bogor tidak mengalami perkembangan sejak empat tahun terakhir. Sejak tahun 2017 hingga sekarang area perikanan ikan konsumsi hanya seluas 2.139 hektar.

Sementara, Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Rudy Susmanto mendorong pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor memberikan insentif untuk para peternak ikan agar bisnisnya bisa selamat meski di tengah kondisi pandemi COVID-19.

“Harusnya ada insentif-insentif, contohnya insentif pemberian pakan, dari hibah-hibah pemerintah Kabupaten Bogor,” ujarnya.

Menurutnya, strategi pemulihan ekonomi imbas pandemi yang dilakukan Pemkab juga seharusnya menyasar para peternak, yang kini kondisinya memprihatinkan.

“Kita wilayah Kabupaten Bogor seperti Ciseeng, itu merupakan wilayah sentra perikanan. Pada saat pandemi COVID-19 hari ini pemasaran mereka berkurang, ekspor juga berkurang jauh,” kata politisi Partai Gerindra itu.

Jika bercermin dari Laporan Pertanggungjawaban (LPj) tahun 2020 Bupati Bogor, stimulus yang diberikan oleh Dinas Perikanan dan Peternakan untuk para peternak hingga kini masih minim.

Maka Rudy meminta kepada Dinas Perikanan dan Peternakan agar bersiap memberikan sejumlah insentif kepada para peternak di tahun 2022 agar kondisi perekonomian terselamatkan.

“Dinas Perikanan dan Peternakan, supaya bersiap di tahun 2022. Hari ini semestinya banyak pemberian hibah-hibah, hewan ternak, pakan ternak, bibit-bibit pertanian. Sebelum hancur harus ada pendampingan,” kata Rudy. (Ant)

Lihat juga...