Pandemi tak Halangi SDN Rejowinangun Ajari Siswa Jaga Lingkungan

Editor: Koko Triarko

YOGYAKARTA – Sekolah dinilai menjadi salah satu lembaga yang memiliki peranan penting dalam menumbuhkan rasa kepedulian dan kecintaan terhadap lingkungan di kalangan generasi muda. Hal itulah yang dimaksimalkan Sekolah Dasar Negeri Rejowinangun 1 Yogyakarta selama ini. Melalui berbagai program yang ada, sekolah ini berupaya mengajak siswa-siswinya untuk menjaga lingkungan di sekitarnya. 

Atas berbagai upaya di bidang lingkungan itu, SD Negeri Rejowinangun 1 juga ditetapkan oleh Dinas Lingkungan Hidup sebagai salah satu sekolah peraih penghargaan Adiwiyata tingkat kota Yogyakarta 2021.

Salah seorang guru SD N Rejowinangun 1 Yogyakarta, Hasan, mengakui pentingnya menanamkan rasa kecintaan dan kepedihan terhadap lingkungan di kalangan siswa. Selain dapat menciptakan kondisi lingkungan yang lebih baik, hal itu juga diharapkan mampu mengatasi berbagai persoalan lingkungan di masa mendatang.

“Berbagai persoalan lingkungan yang muncul selama ini terjadi karena kurangnya kepedulian masyarakat terhadap kondisi lingkungan di sekitarnya. Karena itu, menanamkan rasa kecintaan dan kepedulian terhadap lingkungan perlu dilakukan sejak dini,” katanya, Rabu (21/7/2021).

Di SD Negeri Rejowinangun 1 Yogyakarta, upaya untuk menanamkan kecintaan terhadap lingkungan dilakukan dengan berbagai cara. Salah satunya dengan mengajak siswa-siswinya untuk melakukan kegiatan penghijauan di lingkungan sekolah.

“Anak-anak kita ajak untuk melakukan penghijauan di sekolah. Yakni, dengan membawa tanaman dari rumah, untuk dirawat dan dipelihara bersama-sama. Dengan cara ini, paling tidak lingkungan sekolah menjadi lebih hijau dan asri, sehingga menjadi lebih nyaman untuk belajar,” katanya.

Selain mengajak siswa untuk mengelola sampah menjadi pupuk kompos serta produk daur ulang lainnya, pihak sekolah juga aktif melakukan pembelajaran dengan memanfaatkan berbagai jenis tanaman yang ada. Dengan cara ini, anak diharapkan memiliki pengalaman langsung dalam hal praktik pemanfaatan lingkungan.

“Dengan menanam berbagai jenis tanaman di lingkungan sekolah, guru bisa mengaitkannya dengan materi pelajaran. Jadi, anak tidak hanya melihat contoh melalui foto atau video di internet saja, tapi langsung praktik di lapangan,” ungkapnya.

Masa pandemi Covid-19, juga tidak menjadi halangan para guru untuk mengajarkan rasa cinta dan kepedulian terhadap lingkungan di kalangan siswa. Meski para siswa tidak masuk sekolah, mereka tetap diberikan tugas untuk mengelola lingkungan di sekitar rumah masing-masing sebagai bagian pelajaran rutin.

“Anak-anak kita berikan materi cinta lingkungan, lewat berbagai penugasan. Misalnya, merawat tanaman yang disukai di rumah masing-masing. Kemudian melaporkan perkembangannya secara rutin kepada guru kelas,” ungkapnya.

Dengan penanaman rasa kecintaan dan kepedulian terhadap lingkungan itu, diharapkan para siswa dapat mempraktikkan dan mengaplikasikannya ke kehidupan sehari-hari. Sehingga, mereka akan memiliki kebiasaan untuk senantiasa menjaga lingkungan sekitar, seperti tidak membuang sampah sembarangan, menjaga kebersihan sungai dan lainnya.

Lihat juga...