Pasien Covid-19 Meningkat, RS TC Hillers Maumere Rekrut Relawan

Editor: Makmun Hidayat

MAUMERE — Peningkatan pasien Covid-19 menjalani perawatan di RS TC Hillers Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) mengakibatkan pihak rumah sakit merekrut relawan agar pelayanan kesehatan bisa maksimal.

“Relawan sangat dibutuhkan karena ada peningkatan pasien Covid-19 dan ada penambahan ruangan pelayanan,” ujar Plh. Direktur RS RC Hillers Maumere, Avelinus Marianus saat ditemui di tempat kerjanya, Kamis (15/7/2021).

Avelinus mengatakan, pihaknya menambah pelayanan khusus bagi pasien Covid-19 di Instalasi Gawat Darurat (IGD) dan ruangan paviliun yang biasanya melayani pasien kelas VIP.

Selain itu kata dia, sebanyak 47 Tenaga Kesehatan (Nakes) masih positif Covid-19 dan menjalani isolasi mandiri dari total 59 Nakes yang positif sehingga pelayanan kesehatan agak terganggu.

“Kami ajukan sebanyak 80 orang untuk berbagai profesi seperti bidan,perawat, tenaga kebersihan, billing, satpam dan lainnya.Yang lulus hanya 76 orang sebab 2 formasi yakni radiografer dan analisi tidak ada pelamar,” ucapnya.

Pelaksana Harian Direktur RS TC Hillers Maumere, Avelinus Marianus saat ditemui di tempat kerjanya, Kamis (15/7/2021). -Foto: Ebed de Rosary

Avelinus mengaku telah berbicara dengan Bupati Sikka dan Kepala Dinas Kesehatan agar jatah 4 orang tersebut dialihkan untuk penerimaan tenaga pemusalaran jenazah dan sopir.

Ia menjelaskan, kedua formasi tersebut masih kekurangan tenaga akibat adanya peningkatan pasien Covid-19 yang meninggal dunia selain petugas juga menangani jenazah pasien umum.

“Tenaga perawat dan bidan untuk penanganan pasien di IGD Covid-19.Sementara Satpam ada penambahan untuk menjaga keamanan dan ketertiban di IGD Covid-19,” jelasnya.

Sementara itu Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Sikka dr. Mario B. Realino Nara, SpA saat membacakan pernyataan sikap dari 16 organisasi profesi kesehatan di Kabupaten Sikka, Senin (12/7) juga mengomentari soal insentif  Nakes.

Mario menyesalkan pernyataan anggota DPRD Sikka Fraksi PDIP, Benediktus Lukas Raja soal dokter dan Nakes bekerja menangani pasien Covid-19 karena ada insentif yang besar.

“Memang pemerintah menjanjikan akan memberikan insentif untuk tenaga kesehatan. Kami bersyukur karena negara mengapresiasi kinerja kami,” ungkapnya.

Mario menyebutkan, perlu diketahui bahwa insentif  baru sekali diberikan untuk kurun waktu  bulan Maret sampai Mei 2020 sehingga sudah setahun lebih Nakes tidak mendapatkan insentif.

Dia menegaskan, kalau memang niat Nakes bekerja hanya karena insentif, tentu Nakes sudah tidak mau menangani kasus Covid-19 lagi karena insentif belum dibayar pemerintah.

“Sejujurnya kami juga takut tertular menjalani pekerjaan penuh risiko ini. Dan kami menyadari bahwa jika kami tertular, berikutnya akan menularkan ke suami atau istri dan anak-anak kami tercinta,” ucapnya.

Mario menegaskan, karena risiko penularan yang tinggi, sebagian tenaga kesehatan harus mengeluarkan uang dari kocek sendiri untuk tinggal di tempat kos, terpisah dari keluarga tercintanya.

Ia mengatakan, kalau boleh memilih, tentu banyak diantara Nakes akan memilih menolak merawat kasus Covid-19, tetapi apakah memungkinkan Nakes memilih?, tentu tidak.

“Kami menyadari bahwa Tenaga Kesehatan adalah pasukan dalam pertempuran melawan virus Corona ini. Jika kami menyerah, sama dengan desersi dalam pertempuran,” pungkasnya.

Lihat juga...