Pegang Kendali dan Juarai Etape 17, Pogacar Sukses Perlebar Jarak di Klasemen

Pebalap UAE Team Emirates Tadej Pogacar dari Slovenia melakukan selebrasi ketika melintasi finis etape 17 Tour de France dari Muret ke Saint-Lary-Souland Col Du Portet. (14/7/2021) - Foto Ant
JAKARTA – Tadej Pogacar, mengendalikan lomba dan memperlebar jaraknya sebagai pimpinan klasemen umum Tour de France, setelah memenangi etape 17, yang berlangsung di Col du Portet, Rabu (14/7/2021).

Juara bertahan asal Slovenia itu melakukan sprint, demi mengalahkan pebalap Denmark, Jonas Vingegaard, dan pebalap Ekuador, Richard Carapaz, di puncak Col du Portet (16 km pada gradient 8,7 %), untuk meraih kemenangan etape tanjakan pertamanya di Tour tahun ini, setelah menjadi penyerang pertama di tanjakan terakhir.

Dengan hasil itu, Pogacar kini memimpin lima menit 39 detik dari, Vingegaard, di saat Carapaz menempati peringkat ketiga dengan empat detik berselang. Sedangkan pebalap Kolombia, Rigoberto Uran, merosot ke peringkat empat, dengan catatan waktu 7:17 dari pemuncak klasemen, setelah kelelahan di tengah kabut Col du Portet.

Pogacar, meninggalkan lawan-lawannya 8,4km dari puncak jalur pegunungan Pyrenees dan hanya Vingegaard, Carapaz, dan Uran, yang mampu mengejar pada awalnya. Akselerasi kedua terbukti fatal bagi Uran, yang akan membutuhkan pemulihan waktu yang besar di etape 18 pada Kamis (15/7/2021), menuju Luz Ardiden, yang menjadi etape tanjakan terakhir di Tour.

Apabila tidak tumbang pada Kamis (15/7/2021), Pogacar kemungkinan mempertahankan titelnya. Dan sementara ia tak sedominan di pegunungan Alpen, pebalap berusia 22 tahun itu tak pernah cemas dengan apa yang sebut sebagai etape terberat tersebut. “Pekan lalu kami bekerja keras, tim selalu di depan untuk mengendalikan balapan. Hari ini , dengan breakaway kecil, kami melihat kesempatan untuk memenangi etape ini,” kata pebalap tim UAE tersebut, yang juga mendekati pebalap Belanda, Wout Poels, di klasifikasi tanjakan.

“Saya sangat senang memenangi tanjakan terberat di Tour. Rekan-rekan satu tim saya mengerahkan segalanya, dan saya berhutang kepada mereka. Menang dengan jersey kuning di puncak saya, adalah sesuatu yang tak bisa saya gambarkan. Besok apabila kami bisa mengendalikan seperti yang kami lakukan hari ini kami akan mencoba lagi, tapi kita lihat nanti,” tandasnya.

Carapaz, yang menjadi pemimpin tim Ineos Granadier, siap menyerang Pogacar dan Vingegaard di tanjakan curam menuju finis, pada ketinggian 2.215 meter. Dan kendati tampak kesakitan, juara Giro d’Italia 2019 itu menyerang 1,4 km dari puncak. Pogacar, yang sepertinya jengkel dengan tingkah Carapaz, mengikutinya. Sedangkan Vingegaard tertinggal, sebelum sang pebalap Denmark mengejar.

Vingegaar meyakini, Carapaz menggertak. “Bahkan ketika kami santai, dia terlihat menderita, jadi saya tahu dia akan menyerang,” kata pebalap berusia 24 tahun.

Pogacar kemudian memacu sepedanya dan tidak bisa terkejar, mengamankan kemenangan yang solid sebelum merebahkan diri karena kelelahan. Mengetahui rival-rivalnya kelelahan, Vingegaar, yang mengambil alih pimpinan tim Jumbo-Visma, setelah runner-up tahun lalu Primoz Roglic mundur, menyusul kecelakaan, mengatakan: dia sangat senang, tentang bagaimana balapan Rabu (14/7/2021) berjalan. “khususnya sejak saya berkutat dengan Uran,” tandasnya.

Sementara pebalap Prancis, David Gaudu, finis keempat hari itu, berjarak 1:19 dari juara etape. (Ant)

Lihat juga...