Pelaku UMKM di Lamsel Optimalkan Pengembangan Usaha

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

LAMPUNG – Sejumlah penerima dana bantuan produktif usaha mikro (BPUM) via salah satu bank pemerintah, BRI, kini bisa memanfaatkan edukasi online.

Ervina, salah satu penerima dana subsidi BPUM tahap pertama sebesar Rp2,4 juta menyebut menarik dana itu setelah mengecek e-Form BRI. Usai penarikan dana ia menyebut pelaku UMKM bisa mengakses laman linkUMKM.

LinkUMKM sebutnya merupakan platform yang dapat membawa UMKM naik kelas melalui rangkaian program pemberdayaan terpadu. Melalui platform itu Ervina menyebut bisa memakai menu pelatihan, konsultasi, bergabung dengan komunitas usaha sejenis.

Ia juga menyebut setelah mendaftar ia bisa mendapatkan assesment sebagai nasabah dari bank tempatnya menabung yakni bank BRI.

Ervina menyebut program pemberdayaan via LinkUMKM sangat tepat untuk menghadapi masa pandemi Covid-19. Sebab saat sektor usahanya lesu, ia bisa mengikuti modul soft competency untuk peningkatan kapasitas.

Program pemberdayaan UMKM melalui digitalisasi pelatihan dengan modul yang mengacu pada aspek parameter UMKM bisa diikutinya. Pelatihan sebutnya persis seperti kartu Prakerja dalam peningkatan keahlian.

“Saya mendaftar ke laman linkUMKM usai menerima dana bantuan, ternyata banyak pelatihan yang bisa saya ikuti dalam menu modul pelatihan soft competency dengan format bacaan, artikel, infografis, podcast hingga video tahapan. Semua bisa saya ikuti dari kelas tradisional hingga kelas modern secara bertahap,” terang Ervina saat dikonfirmasi Cendana News, Selasa (6/7/2021).

Sejumlah post test sebut Ervina diikutinya dengan hadiah pendampingan untuk UMKM yang dapat menyelesaikan tahapan dengan baik. Salah satu hadiah berupa pendampingan mempersiapkan UMKM untuk ekspor dan menjadi Go Global.

Sejumlah modul yang diakui meningkatkan kapasitas sebagai pelaku usaha sebutnya cukup beragam. Modul berupa pembuatan Standart Operasional Prosedure (SOP), ragam akses modal hingga meningkatkan akses pasar.

Pelaku usaha lainnya bernama Antoro menyebut lebih beruntung. Sejak tahun 2020 ia mendapat dana BPUM untuk pengembangan usaha perikanan. Pada tahap pertama ia menerima dana Rp2,4 juta setelah menerima notifikasi via sms.

Usai menerima sms ia melakukan pengambilan dana BPUM membawa e-KTP asli, fotocopy. Pencairan di bank BRI cabang Kalianda sebutnya dilakukan setelah mengisi formulir surat pernyataan tanggung jawab mutlak (SPTJM) dan kuasa penerima bantuan.

“Pertengahan tahun 2021 saya masih menerima dana BPUM tahap kedua senilai Rp1,2 juta lalu mulai masuk LinkUMKM,” sebutnya.

Pelaku usaha perikanan di Desa Pasuruan, Kecamatan Penengahan itu mengaku belum pernah mendapat akses permodalan dari bank. Sebagai ganjaran dengan memiliki rekening BRI dan saldo di bawah Rp2 juta ia terpilih sebagai penerima dana BPUM.

Antoro mengaku bisa memakai modal untuk peningkatan usaha. Selain itu mengikuti LinkUMKM bisa mendapat skoring UMKM naik kelas. Skoring dilakukan agar dapat melakukan self assessment pada skala, kapabilitas usaha yang dimiliki.

Memanfaatkan dana BPUM juga digunakan oleh Hermansah, pelaku usaha bengkel. Bantuan disebutnya menjadi tambahan modal untuk pembelian alat servis.

Meski telah menerima bantuan Rp1,2 juta ia mengaku belum memaksimalkan platform LinkUMKM. Kendala tidak bisa mengakses smartphone sebutnya menjadi alasan. Meski demikian bantuan dana BPUM sangat membantu.

Hal yang sama diakui oleh Lestari, pedagang kuliner pisang goreng itu memakai dana BPUM untuk menambah modal. Ia juga bisa memanfaatkan platform LinkUMKM untuk peningkatan kapasitas.

Pelaku usaha kecil kuliner berbasis pisang di Jatimulyo Kecamatan Jati Agung Lampung Selatan, Lestari, mengembangkan usaha dengan bantuan Banpres BPUM tahap kedua, Selasa (6/7/2021) – Foto: Henk Widi

Sejumlah komunitas UMKM bisa diikutinya meliputi bidang kuliner hingga sistem franchise atau waralaba. Program kemitraan sebutnya akan menjadi peluang baginya dalam pengembangan usaha.

“Nilai tambah dari dana BPUM sangat besar karena selain dapat modal juga bisa meningkatkan kapasitas melalui modul soft competency, dibimbing agar bisa melek teknologi,” ulasnya.

Ardiana Yulianti, customer service bank BRI cabang Kalianda menyebut penerima dana BPUM bisa memanfaatkan dana. Penerima manfaat melalui bank BRI dominan merupakan pengusaha mikro yang utamanya belum tersentuh layanan perbankan.

Bantuan stimulus usaha juga bisa diakses penerima dana BPUM setelah mendapat tambahan modal. Pelaku usaha yang menerima dari bank BRI bisa mengikuti soft competency melalui platform LinkUMKM berbasis digital.

Lihat juga...