Pelonggaran Jam Operasional Legakan Pedagang di Pasar Ciparay

Editor: Koko Triarko

BANDUNG – Para pedagang di pasar Ciparay, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, mengaku cukup senang karena saat ini pembatasan jam operasional pasar sudah mulai dilonggarkan, dari sebelumnya harus tutup pada pukul 12.00 Wib, sekarang bisa sampai pukul 15.00 Wib.

“Jadi, lebih lega sekarang. Kalau jualan dibatasi sampai jam 12, biasanya masih banyak dagangan yang sisa, dibesokin jadi ngga segar lagi,” ujar Tias Damani (51), pedagang sayur di pasar Ciparay, Selasa (27/7/2021).

Tias mengaku sejak diberlakukan pembatasan jam operasional pasar, pendapatannya mangalami penurunan cukup signifikan, dari yang sebelumnya bisa mendapatkan Rp700ribu per hari, berubah menjadi rata-rata Rp250ribu per hari.

“Apalagi pas awal-awal ada PPKM Darurat itu, pasar sepi banget. Pedagang pada ngeluh, apalagi juga sudah harus disuruh tutup semua jam 12 siang. Kalau sekarang, ya mulai bagus lagi, pasar juga mulai ramai lagi,” tandas Tias.

Elis (tengah), pedagang ayam potong di pasar Ciparay, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, sedang melayani pesanan pembeli, Selasa (27/7/2021).  –Foto: Amar Faizal Haidar

Hal senada juga diutarakan Elis, pedagang ayam potong di pasar Ciparay. Menurutnya, pelonggaran jam operasional pasar telah meningkatkan gairah para pedagang untuk usaha.

“Kemarin-kemarin saya sempat beberapa kali tutup, sebab bagaimana kita mau jualan kalau pasar sepi?Belum lagi dagangan jadi pada busuk. Daripada rugi, mending ga jualan aja dulu,” tandas Elis.

Meski jam operasional pasar dilonggarkan, namun Elis menyebut penerapan protokol kesehatan tetap dijaga ketat. Bahkan, petugas bisa memberikan sanksi uang, bila pedagang terbukti beberapa kali mengabaikan protokol kesehatan.

“Petugas Satpol PP biasanya datang kontrol, negur kalau ada yang tidak pakai masker. Katanya, sih kalau tiga kali melanggar bakal kena denda, tapi sejauh ini belum ada, paling teguran-teguran saja,” pungkas Elis.

Lihat juga...