Pemerintah Terus Kembangkan Riset Capai Indonesia Maju

Editor: Koko Triarko

Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Laksana Tri Handoko, menjelaskan pentingnya riset dan inovasi dalam pembangunan perekonomian, pada perayaan 100+1 tahun ITB, Kamis (1/7/2021). –Foto: Ranny Supusepa

JAKARTA – Pengembangan riset dan inovasi terus dilakukan oleh pemerintah untuk dapat mencapai target Indonesia maju 2045. Percepatan dilakukan, baik melalui integrasi dan kolaborasi lembaga pemerintah, juga dengan mengedepankan penciptaan SDM unggul.

Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Laksana Tri Handoko, menyampaikan visi Indonesia Maju 2045 bisa dicapai melalui 4 pilar pembangunan, yang salah satunya adalah penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi.

“Jadi, Indonesia akan maju dengan berbasis pada ilmu pengetahuan, riset dan inovasi. Karena tanpa riset dan inovasi, kita tidak akan bisa memberikan nilai tambah pada suatu produk,” kata Handoko pada perayaan 100+1 tahun ITB, Kamis (1/7/2021).

Ia menyebutkan, kondisi perkekonomian yang stagnan adalah karena rendahnya inovasi dan kualitas investasi.

Rektor Institut Teknologi Bandung, Prof. Reini Wirahadikusumah, PhD., menyatakan komitmen ITB dalam mendukung transformasi digital Indonesia, pada perayaan 100+1 tahun ITB, Kamis (1/7/2021). –Foto: Ranny Supusepa

“Sehingga dengan terciptanya ekosistem riset dan inovasi yang mendorong komersialisasi hasil riset, akan membangun kapabilitas iptek untuk menjadi penghela pembangunan ekonomi berkelanjutan. Targetnya, pertumbuhan ekonomi di angka 5,4 hingga 6,0 pada 2024,” ucapnya.

Untuk mencapainya, perlu dilakukan percepatan dengan melakukan integrasi sumber daya iptek, menciptakan ekosistem riset standar global terbuka dan kolaboratif, dan menciptakan peningkatan ekonomi berbasis riset.

“Pertama tentunya adalah meningkatkan manusianya sebagai pelaku riset yang berkreativitas, dan menciptakan sesuatu sebagai hasil olah pikir mereka. Barulah setelah itu kita melakukan transformasi digital,” ucapnya lagi.

Yang ke dua, mendorong produk riset lebih disukai oleh pihak pelaku usaha, sehingga pembiayaan riset yang saat ini mayoritas didanai oleh pemerintah bisa digantikan oleh pelaku usaha.

“Saat pelaku riset bisa menjawab tantangan pelaku usaha atau bisa bersinergi, maka dunia usaha Indonesia akan kuat. Artinya, perekonomian juga akan  bertumbuh,” tandasnya.

Rektor Institut Teknologi Bandung, Prof. Reini Wirahadikusumah, PhD., menyatakan saat ini Indonesia sedang berfokus pada transformasi digital.

“Transformasi digital merupakan peluang besar dalam mewujudkan cita-cita bangsa. Era ini bukan hanya membawa kemudahan berkomunikasi, keluasan akses pada informasi, tapi juga memberikan peluang memberikan solusi pada masalah yang sulit diselesaikan selama ini,” kata Reini dalam kesempatan yang sama.

Era ini merupakan revolusi, lanjutnya, dari peradaban manusia di segala bidang, yang menyisakan hanya sedikit bagi keunggulan biologis bagi sesama manusia.

“Kecuali, bangsa Indonesia berhasil mengubah cara pandang dan cara berperilaku, untuk memposisikan dirinya secara tepat dalam transformasi digital,” tuturnya.

Transformasi digital dapat memberikan banyak perubahan yang membutuhkan suatu upaya kolektif dan efektif, agar tidak ada ancaman pada eksistensi bangsa.

“ITB berkomitmen memberikan daya upaya terbaik untuk mendukung upaya transformasi ini. Komit untuk selalu mendorong semua komponen bangsa dalam proses dialog dan aksi kolaborasi nyata,” pungkasnya.

Lihat juga...