Pemotongan Hewan Kurban di Rejang Lebong Alami Peningkatan

REJANG LEBONG  – Dinas Pertanian dan Perikanan (Distankan) Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, menyebutkan jumlah pemotongan hewan kurban di daerah itu mengalami peningkatan 10 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Kepala UPTD Rumah Potong Hewan Distankan Rejang Lebong, drh. Wenny Haryanti, saat dihubungi di Rejang Lebong, Kamis, mengatakan jumlah hewan kurban yang disembelih oleh warga Rejang Lebong tersebar dalam 15 kecamatan terhitung 20-21 Juni 2021 mencapai 2.267 ekor.

“Berdasarkan hasil pendataan yang dilakukan petugas kita dalam 15 kecamatan di Rejang Lebong jumlah hewan kurban yang disembelih warga mencapai 2.267 ekor, jumlah ini lebih banyak 10 persen dari tahun 2020 lalu,” kata dia.

Dia menjelaskan, jumlah hewan kurban yang disembelih warga Rejang Lebong ini diperkirakan masih akan terus bertambah karena masih ada warga yang menyembelih hewan kurban pada H+3 atau dinamakan hari-hari tasyrik.

Hewan kurban yang disembelih pada hari raya Iduladha 1442 Hijriah tersebut, kata dia, terdiri dari sapi sebanyak 858 ekor, kemudian kerbau sebanyak 23 ekor dan kambing sebanyak 1.396 ekor. Jumlah ini lebih banyak dari 2020 yang hanya 1.959 ekor

Menurut dia, hewan kurban yang disembelih warga ini sebelumnya telah dilakukan pengecekan oleh pihaknya guna mengetahui kesehatan hewan melalui pemeriksaan antemortem. Kemudian setelah dilakukan pemotongan juga dilakukan pemeriksaan atau post mortem yang bertujuan memastikan hewan kurban yang disembelih dagingnya layak konsumsi.

“Dari pemeriksaan post mortem yang kita lakukan terhadap hewan kurban yang sudah disembelih, alhamdulillah semua hewan yang kita cek aman untuk dikonsumsi,” terangnya.

Kendati untuk daging sapi setelah diperiksa semuanya layak konsumsi, namun untuk jeroan atau isi dalam hewan masih ditemukan cacing hati pada beberapa hewan kurban yang disembelih, sehingga disarankan hati ini untuk tidak dikonsumsi karena bisa membahayakan kesehatan.

“Panitia kurban pada tahun ini juga nampaknya sudah paham sehingga untuk bungkus daging kurban sudah menggunakan plastik transparan, dan kita juga sosialisasikan agar untuk tahun selanjutnya dilakukan pemisahan antara daging, jeroan dan tulang,” tambah dia lagi. (Ant)

Lihat juga...