Pencemaran di Kali Cikarang Makin Memprihatinkan

Editor: Koko Triarko

BEKASI – Kondisi Kali Cikarang di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, memprihatinkan. Terpantau limbah berwarna hitam dan bau serta berminyak seperti sengaja dialirkan melalui saluran kali kecil dari pusat industri di wilayah Delta 1, tepatnya di desa Sukaresmi, Cikarang Selatan.

Kondisi tersebut sudah berlangsung bertahun-tahun, tapi saat ini kondisinya kian parah karena selain warnanya hitam, sekarang terlihat berminyak dan mengeluarkan bau menyengat. Hal itu dikhawatirkan mengganggu biota air jika dibiarkan.

“Kondisi itu sebenarnya sudah bertahun-tahun terjadi, limbah tersebut dialirkan melalui saluran got seperti kali alam begitu yang langsung menjurus ke Kali Cikarang ini. Bukan jalur khusus, biasanya ada jika limbah sudah diolah,” ungkap Lasmin, Tim Patrili di Shelter Omah Buruh Save Kali Cikarang, Rabu (14/7/2021).

Lasmin, Tim Shelter Omah Buruh Delta 1 dari Save Kali Cikarang, Rabu (14/7/2021). –Foto: M Amin

Lokasi limbah industri yang dialirkan langsung ke Kali Cikarang tersebut, lokasinya berada di tengah-tengah pusat industri, di mana di lokasi itu ada Shelter Omah Buruh yang kerap melakukan patroli sungai menggunakan perahu. Keberadaannya membelah kawasan antara MM dan Egyp.

“Itu Kali membentang, di sampingnya ada kawasan Delta 1, lokasi temuan limbah itu sendiri berada di Delta 1, masuk wilayah Desa Sukaresmi, Cikarang Selatan,” jelas Lasmin.

Namun, ia tidak berani menyebut pabrik pembuang limbah itu. Ia mengaku harus ditelusuri ke atas, sementara lokasi di atas saluran limbah tersebut merupakan pusat industri. Sehingga harus dilakukan investigasi menyeluruh guna memastikan asal limbah yang menghitam, bau dan berminyak tersebut.

“Warnanya hitam bau dan berminyak, volumenya terus mengalir, dan sudah lama. Kami besok rencana akan melakukan penelusuran ke sumbernya, agar jelas dan diberi teguran karena jika hanya sekadar keruh dan bau tidak akan dipersoalkan. Tapi, ini sudah bercampur minyak dan membahayakan biota air,” tandasnya.

Selama ini, diketahui Save Kali Cikarang kerap melakukan patroli kali dengan membuat beberapa shalter di berbagai titik sepanjang jalur kali tersebut, hingga di pertemuan Kali CBL.

Menurut Lasmin, saat terjadi banjir perusahaan industri memang banyak membuang limbah ke Kali Cikarang. Tapi, itu tidak ketahuan dan airnya kan mengalir, saat kondisi debet air Kali Cikarang menurun seperti sekarang, maka terlihat seperti yang terjadi di Delta 1.

Bahkan, jelasnya, ada perusahaan yang sengaja membuat saluran khusus limbah langsung ke Kali Cikarang, tapi itu sudah sesuai prosedur, di mana sebelumnya dilakukan pengolahan sebelum dibuang, hingga limbahnya tidak berbahaya.

“Memang ada industri yang langsung buang limbah dengan membuat saluran khusus seperti water treatment yang sudah diolah, lalu dibuang biasanya cuma keruh doang. Kalo ga bau ga dimasalahkan, tapi seperti limbah di Delta 1 menggunakan kali alam kecil itu berminyak, keruh dan bau,” tegasnya.

Dia berharap, ada tindakan tegas dari pemerintah daerah, terutama Dinas Lingkungan Hidup terkait limbah tersebut. Karena di satu sisi Save Kali Cikarang menjaga kali, di sisi lain pembuang limbah terjadi dan dibiarkan begitu saja tanpa ada tindakan tegas.

Hal senada juga di sampaikan Agus Soetisna, dari Save Kali Cikarang, ia membenarkan bahwa limbah tersebut merupakan temuan dari Shelter Omah Buruh saat melakukan patroli.

“Lokasinya Jembatan lama Egyp dan MM2100 perbatasan, bagian dari Save Kali Cikarang, limbahnya memang belum jelas, tetapi pastinya berminyak, bau dan membahayakan biota air,” tambahnya.

Lihat juga...