Penerapan PPKM, Wisatawan Urungkan Kunjungan ke Lampung

Editor: Makmun Hidayat

LAMPUNG — Keinginan sebagian pelaku perjalanan wisata untuk mengunjungi destinasi di Lampung sebagian diurungkan. Pemberlakuan Pembatasan  Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro dan Darurat di Lampung berdampak kunjungan wisatawan berkurang.

Nurhadi, pemilik usaha perahu wisata di Desa Batu Menyan, Kecamatan Teluk Pandan, Pesawaran menyebut sempat menerima order dari biro perjalanan wisata sejak dua pekan lalu namun ditunda.

Nurhadi bilang enam bulan sebelumnya destinasi wisata bahari telah dibuka menerapkan adaptasi kebiasaan baru. Namun munculnya varian delta Covid-19 dan peningkatan angka kasus berimbas PPKM mikro dan darurat diberlakukan. Pada masa adaptasi kebiasaan baru (new normal) ia masih bisa menerima order dari dua paket wisata. Namun pandemi menjadi penyebab order ditunda bahkan sebagian dibatalkan.

Faktor utama penyebab wisatawan menunda (reschedule), membatalkan (cancel) reservasi imbas PPKM Darurat Jawa, Bali. Ketatnya pelaku perjalanan dengan kewajiban membawa surat bebas Covid-19, sertifikat vaksin minimal tahap pertama, rapid test PCR dan antigen berimbas pada pelaku perjalanan. Satu paket perjalanan dengan jumlah 15 hingga 20 orang sebagian dibatalkan.

“Satu rombongan paket perjalanan wisata kerap tidak bisa bersamaan menerima vaksin Covid-19, selain itu kegiatan wisata dengan memakai kendaraan bukan bagian dari kegiatan kritikal dan esensial antar wilayah sehingga risiko terkena penyekatan, diputar balik cukup tinggi,” ulas Nurhadi saat ditemui Cendana News, Minggu (11/7/2021).

Nurhadi bilang sektor pariwisata terdampak dengan adanya pengembalian dana (refund) reservasi tiket perjalanan. Ia juga menyebut wacana adanya intensif bagi pelaku jasa pariwisata belum diterimanya. Penerima sebagian merupakan pelaku usaha pariwisata yang sudah terdaftar. Sebaliknya ia menyebut usaha jasa perahu wisata berbarengan dengan usaha transportasi biasa antar pulau.

Faktor PPKM Darurat sebut Nurhadi bukan hanya berdampak bagi wisatawan asal Jawa. Sebab sebagian wisatawan asal Sumatera Selatan (Sumsel) tidak bisa menuju Lampung. Penyekatan pada perbatasan Lampung dan Sumsel berimbas sejumlah kendaraan diputar balik. Ia juga menyebut kendaraan yang lolos masuk ke wilayah Lampung harus melewati Bandar Lampung untuk menuju Kabupaten Pesawaran.

“Kota Bandar Lampung akan memberlakukan  PPKM Darurat mulai 12 Juli 2021, artinya pelaku perjalanan wisata bakal terhambat,” ulasnya.

Sebagai alternatif agar tidak merugi, Nurhadi bilang melayani pelaku perjalanan antar Pulau Pahawang, Kelagian Lunik, Tegal didominasi warga lokal. Sebelumnya jasa perahu wisata melayani wisatawan. Ia melayani pelaku perjalanan warga yang berbelanja dari sejumlah pasar di Pesawaran. Dampak tidak adanya wisatwan ia mengaku pelaku jasa kendaraan travel antar kabupaten juga terdampak.

Hardiman, pengemudi usaha travel biro perjalanan wisata mengaku beralih melayani penumpang umum. Namun imbas PPKM Darurat penumpang dengan kapal laut di Pelabuhan Bakauheni berkurang. Normalnya ia telah menjalin kerjasama dengan biro perjalanan wisata asal Jakarta. Pelaku perjalanan wisata sistem paket akan dijemput dan diantar hingga dermaga 4 Desa Batu Menyan.

“Saat ini trayek hanya sampai Bandar Lampung karena sepi dan bukan melayani wisatawan,” ulasnya.

Penerapan PPKM Darurat bagi sektor transportasi pariwisata diakui Ivan Rizal, ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda( Lamsel. Sebelumnya ia menyebut rencana Kementerian BUMN membangun Bakauheni Harbour City (BHC) menjadi angin segar sektor transportasi pariwisata. Namun imbas pandemi dengan pembatasan perjalanan berimbas pada sejumlah usaha transportasi wisata.

Ivan Rizal bilang potensi penumpang dari sektor pariwisata dipastikan tidak ada. Bahkan kendaraan bus yang berada dalam pengelolaan Organda tidak mendapat penumpang umum. Sebab dari Jawa menuju Sumatera dan sebaliknya syarat pelaku perjalanan cukup ketat. Ia bahkan menyebut biaya operasional yang tinggi tidak sebanding pendapatan berimbas bus wisata dikandangkan.

“Bus yang lewat tol biaya operasional tinggi, penumpang terbatas, di Jalan Tol didominasi kendaraan truk ekspedisi,” ulasnya.

Sebagai upaya menutup operasional, sejumlah bus tetap melayani trayek Bakauheni-Terminal Rajabasa. Ivan Rizal bilang belum ada insentif bagi pengemudi bus pariwisata. Namun sebagian pengemudi telah bergabung dalam koperasi asosiasi jasa transportasi. Sejumlah pengemudi bus pariwisata bahkan memilih istirahat imbas tidak adanya pelaku perjalanan penyewa bus.

Lihat juga...