Pengelola Wisata di Banyumas Siap Patuhi PPKM Darurat

Editor: Makmun Hidayat

BANYUMAS — Penutupan seluruh tempat wisata terkait penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Kabupaten Banyumas dapat dipahami oleh para pengelola objek wisata. Mereka menyatakan tidak keberatan dan siap untuk mematuhi aturan PPKM Darurat.

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar) Kabupaten Banyumas, Asis Kusumandani mengatakan, saat keputusan PPKM Darurat dan ternyata Kabupaten Banyumas masuk di dalamnya, pihaknya langsung berkomunikasi dengan para pengelola wisata dan secara umum mereka sepakat.

“Pengelola wisata sepakat untuk mematuhi aturan PPKM darurat dan menutup tempat wisata selama 17 hari, tidak ada protes, sudah terbangun kesadaran bersama untuk memutus penyebaran Covid-19,” kata Asis, Minggu (4/7/2021).

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar) Kabupaten Banyumas, Asis Kusumandani memantau penutupan wisata di Sumbang, Kabupaten Banyumas, Minggu (4/7/2021). -Foto: Hermiana E. Effendi

Menurutnya, untuk pengelola wisata relatif lebih tertib dan dapat memahami kebijakan yang diterapkan. Mulai hari Sabtu (3/7/2021), seluruh tempat wisata di Kabupaten Banyumas sudah tutup. Dan baru diperbolehkan buka kembali setelah tanggal 20 Juli mendatang.

“Walaupun dipastikan mereka akan rugi dengan adanya penutupan wisata selama 17 hari, namun dengan kesadaran bahwa semua itu demi kebaikan bersama, maka bersedia untuk mematuhi,” terangnya.

Namun, lanjut Asis, yang memerlukan pengawasan lebih justru pada kalangan rumah makan dan warung-warung makan. Karena masih tetap ada yang melayani makan di tempat, padahal sesuai aturan tidak diperbolehkan makna di tempat. Rumah makan dan warung boleh buka, namun hanya melayani pembelian untuk dibawa pulang.

“Hari ini kita akan mengunjungi rumah makan-rumah makan bersama dengan Satpol PP untuk melakukan pengawasan langsung. Jika ada yang tetap melayani makan di tempat akan kita berikan peringatan,” tuturnya.

Sementara itu, pengelola wisata di bawah Palawi, Arif Siswantoro mengatakan, pihaknya mulai menutup wisata sejak hari Sabtu kemarin, sesuai dengan aturan yang ditetapkan pemerintah, hingga tanggal 20 Juli mendatang.

“Sama sekali tidak keberatan untuk menutup tempat wisata, karena itu sudah menjadi kebijakan pemerintah dan semua itu juga demi kebaikan kita bersama, untuk memutus penyebaran Covid-19,” katanya.

Arif mengaku jika penutupan yang cukup lama tersebut berdampak terhadap pemasukan dari sektor pariwitasa, namun saat ini pandemi Covid-19 mulai melonjak lagi dan butuh sinergitas semua pihak untuk menekannya.

“Nanti setelah penerapan PPKM Darurat, semoga kondisinya membaik dan angka positif Covid-19  turun, sehingga tempat wisata bisa beroperasi kembali, hal tersebut tentunya juga akan menguntungkan pengelola wisata, karena wisata bisa ramai kembali,” ucapnya.

Lihat juga...