Penghuni Lapas dan Rutan di Sumbar 65 Persennya Terpidana Narkoba

Dokumentasi kegiatan agen pemulihan, yang telah dikukuhkan oleh Lapas Kelas II A Padang, Sumbar, Selasa (2/2/2021) silam - foto Dok Ant

PADANG – Kantor Wilayah Kementrian Hukum dan HAM Sumatera Barat (Sumbar) mengungkapkan, sekira 65 persen penghuni Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) dan Rumah Tahanan (Rutan) di daerahnya, adalah terpidana kasus penyalahgunaan narkoba.

“Saat ini jumlah warga binaan di lapas dan rutan di Sumbar sebanyak 6.334 orang. Sekitar 65 persen di antaranya. adalah terpidana kasus narkoba,” kata Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kemenkumham Sumbar, Ali Syah Bana, Rabu (30/6/2021).

Oleh karena itu, dia mengimbau seluruh pihak untuk berperan dalam pemberantasan peredaran narkoba. Sementara dalam proses pembinaan, Kanwil Kemenkumham Sumbar, juga terus menjalankan program rehabilitasi terhadap warga binaan kasus narkoba.

Program nasional ini telah dijalankan di Lapas Padang dan LP Narkotika Sawahlunto. “Harapannya, para narapidana benar-benar bersih dan terlepas dari jeratan narkoba,” katanya.

Ali Syah Bana menyebut, rehabilitasi merupakan pemulihan kapasitas fisik dan mental warga binaan, agar kembali pada kondisi atau keadaan sebelumnya. Bagi seorang penyalahguna atau pecandu narkoba, rehabilitasi merupakan sebuah proses yang harus dijalani, dalam rangka full recovery (pemulihan sepenuhnya) untuk hidup normal, mandiri, dan produktif di lingkungan masyarakat kelak. “Ke depan program rehabilitasi akan diperluas ke lapas dan rutan lain,” kata Ali Syah Bana.

Di lain pihak, penghuni lapas atau rutan di Sumbar berdasarkan sistem database pemasyarakatan tercatat  ada 6.334 orang. Sementara kapasitas lapas atau rutan di Sumbar hanya sebanyak 3.217 orang. (Ant)

Lihat juga...