Pengurusan Adminduk di Sikka tak Wajib Sertakan Surat Vaksin

Editor: Makmun Hidayat

MAUMERE — Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) tidak mewajibkan warga yang mengurus Administrasi Kependudukan (Adminduk) di kantor tersebut membawa serta surat sertifikat vaksin Covid-19.

“Tidak ada aturan yang menyebutkan hal ini. Bila pun ada kita harus melihat kondisi yang ada di daerah kita,” kata Kepala Dispendukcapil Sikka, Martha Huberty Pega saat ditemui di kantornya, Kamis (22/7/2021).

Martha mengatakan, belum ada petunjuk dari Dirjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri soal aturan melampirkan surat sertifikat vaksin dalam mengurus Adminduk di kantornya.

Ia menegaskan, meskipun ada surat tersebut pihaknya akan memberikan rekomendasi agar tidak dijalankan terlebih dahulu mengingat saat ini warga Kabupaten Sikka yang sudah menjalani vaksin baru 16 ribu orang.

“Penduduk kita 300 ribu lebih sementara yang sudah mendapatkan vaksin Covid-19 baru 16 ribu saja atau sekitar 5 persen.Jangan sampai adanya syarat tersebut akan membebani warga,” ucapnya.

Martha menambahkan, saat pandemi corona dan meningkatnya kasus positif Covid-19 di Kabupaten Sikka, kantornya tetap memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Meski begitu sebutnya, pihaknya tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat dengan membuat sekatatau pembatas antara petugas yang melayani dan warga yang dilayani.

“Kita membatasi warga yang antre dan mengatur jarak antar kursi.Kita juga wajibkan pegawai dan masyarakat yang butuh pelayanan untuk menerapkan protokol kesehatan,” ucapnya.

Selain itu kata Martha, untuk mencegah terjadinya kerumunan warga, pihaknya pun membuka prosedur pengajuan layanan kependudukan via WhatsApp agar memudahkan warga.

Sementara itu, Lazarus Nong yang ditemui saat mengurus data kependudukan mengaku mengurus KTP anaknya yang sudah memasuki usia 17 tahun demi kepentingan kuliah.

Lazarus mengakui, tidak banyak yang mengurus administrasi kependudukan di Kantor Dispenduk Sikka sehingga dirinya hanya membutuhkan waktu sejam lebih mengurusnya.

“Saya bersyukur karena saat tiba di kantor Dispenduk tidak banyak warga yang mengurus KTP sehingga prosesnya hanya sejam lebih sudah selesai,” ungkapnya.

Lihat juga...