Penjualan Online Tingkatkan Pendapatan UMKM di Sikka

Editor: Koko Triarko

MAUMERE – Para pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Manengah (UMKM) serta Ekonomi Kreatif (Ekraf) Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, beralih ke penjualan online sehingga pendapatan bisa meningkat hingga 50 persen.

“Saya bisa mendapatkan pemasukan hingga 50 persen meskipun masih jauh di bawah pendapatan sebelum pandemi Covid-19,” kata Ketua AkuSikka, Asosiasi Pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Manengah serta Ekonomi Kreatif Kabupaten Sikka, Sherly Irawati, saat ditemui di tokonya di Kota Maumere, Selasa (27/7/2021).

Sherly mengatakan, pendapatan dari usaha penjualan di toko maupun gerai miliknya menurun hingga tersisa 10 persen hingga 20 persen dari pendapatan yang diperoleh sebelum pandemi Covid-19.

Dirinya pun tidak mengandalkan penjualan langsung di toko, tapi meningkatkan penjualan secara online dan bisa meraup pemasukan 40 persen, bahkan bisa mencapai 50 persen.

“Walaupun tidak seperti sebelum pandemi Covid-19, tapi sudah lumayan pemasukannya dibandingkan dengan tahun 2020. Dengan menurunnya daya beli, harga jual pun tetap sama,” ungkapnya.

Sherly memaparkan, penjualan online paling banyak berasal dari kerajinan tangan berupa aneka produk berbahan bakau tenun ikat NTT.

Juga aneka bahan baku sovenir yang biasa dibeli pelaku usaha di wilayah lainnya di Provinsi NTT. Pembeli produk kerajinan berbahan tenun ikat berasal dari Kota Kupang, Labuan Bajo, Surabaya hingga Jakarta.

“Pembelian secara online setiap hari selalu ada, dan setelah uang ditransfer baru barang dikirim ke pembeli,” jelasnya.

Ketua Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (Iwapi) Kabupaten Sikka ini mengaku tetap memproduksi masker berbahan tenun ikat karena permintaan selalu ada.

Sherly pun selalu mendorong anggota Iwapi maupun AkuSikka untuk memasarkan produk secara online, dengan berbagi ilmu kiat memotret produk agar bisa terlihat menarik.

“Justru di masa pandemi Covid-19 usaha kuliner bertumbuh subur, apalagi penjualannya secara online. Banyak pelaku usaha banting setir ke sektor kuliner, karena pemasukan meskipun sedikit tetap selalu ada,” ucapnya.

Hal senada juga disampaikan Gabriela Venensia Wae, kasir di Kedai Mai Sai Maumere, yang mengaku pembelian secara online meningkat pascameningkatnya kasus positif Covid-19 di Kabupaten Sikka.

Gabriela menyebutkan, ia pun membuat grup WhatsApp beranggotakan para pembeli dan setiap hari produk sayuran, buah-buahan serta aneka produk makanan dan minuman kemasan dibagikan di grup tersebut.

“Kami juga mempunyai grup di media sosial dan setiap hari memasarkan produk yang tersedia di kedai kami. Produk kami berasal dari pelaku UMKM di Kabupaten Sikka,” ucapnya.

Gabriela menyebutkan, pihaknya melayani pengiriman barang ke tempat pembeli secara gratis, bila berada di Kota Maumere sementara yang lainnya menanggung biaya pengiriman.

Lihat juga...