Pentingnya Meningkatkan Daya Saing Produk Perikanan Indonesia

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

JAKARTA – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memastikan, Unit Penanganan dan Pengolahan Ikan (UPI) dan Rumput Laut, bisa menghasilkan produk berkualitas melalui Good Manufacturing Practices (GMP) dan Sanitation Standard Operating Procedure (SSOP) Plus, sehingga lingkungan, area penanganan dan pemrosesan, serta kesehatan karyawan terpantau ketat.

“Pengaturan jadwal kerja juga harus dilakukan agar tidak terjadi penumpukan karyawan dalam satu ruangan,” kata Artati Widiarti, Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP), Senin (12/7/2021).

Dikatakan, penerapan GMP dan SSOP oleh UPI merupakan pondasi sistem manajemen keamanan pangan, sehingga bisa menjadi instrumen dasar perlindungan kesehatan yang diberikan kepada konsumen.

Artati menegaskan, penerapan GMP dan SSOP sangat penting untuk meningkatkan daya saing produk perikanan Indonesia sekaligus mencegah adanya penolakan dari negara tujuan ekspor.

“Karena kunci penting untuk perdagangan global sektor pangan adalah penerapan standar dan jaminan keamanan pangan (food safety),” papar Artati.

Sebagai langkah konkrit, Ditjen PDSPKP juga telah bekerja sama dengan Global Quality and Standard Programe SMART-Fish 2 menyusun panduan Sanitasi dan Higiene Plus Pengendalian Risiko Covid-19 di UPI.

Artati berharap, panduan yang disusun dalam rangka pembinaan mutu tersebut bisa diterapkan oleh seluruh UPI secara konsisten di tengah pandemi ini. UPI berperan sentral sebagai penyedia pangan dari sumber protein ikan, terutama untuk saat ini guna meningkatkan imunitas, selain untuk mencegah stunting dan menaikkan angka konsumsi ikan.

“Kita terus berupaya mendorong UPI untuk terus konsisten bersama-sama menjaga mutu dan keamanan produk perikanan yang dihasilkan pada masa pandemi Covid-19 yang masih berlangsung,” tuturnya.

Achmad Poernomo, selaku penyusun buku panduan Sanitasi dan Higiene Plus, menerangkan, bahwa buku panduan yang ada disusun khusus untuk mengendalikan risiko penularan di Unit Penanganan dan Pengolahan Ikan mengingat di sinilah aktivitas terakhir sebelum produk menuju konsumen.

“Panduan ini juga disusun untuk melindungi karyawan dari penularan Covid-19 dengan menerapkan berbagai perubahan praktik sanitasi dan higienitas yang diperkuat dengan penerapan protokol kesehatan, yaitu memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak. Karena itu, panduan ini disebut Sanitasi dan Higiene Plus,” terang Poernomo.

Secara garis besar Poernomo menyebut, isi buku panduan berupa e-book ini memberi petunjuk penerapan sanitasi dan higiene plus yang langkah awalnya dimulai dengan analisa risiko dengan mengidentifikasi potensi terjadinya penularan untuk kemudian diambil rencana pengendalian.

Setelah tindakan pencegahan dilakukan, atau pengendalian teknikal untuk mengurangi kontak fisik dan interaksi antar-karyawan, diperlukan juga pengendalian prosedural yang membutuhkan tindakan dari pekerja dan pemberi kerja.

“Dan yang paling penting, keberhasilan langkah-langkah pengendalian di atas, selain membutuhkan komitmen manajemen juga memerlukan keterlibatan seluruh karyawan di semua tingkat. Karena itu, perusahaan harus memastikan bahwa seluruh karyawan memahami langkah-langkah tersebut dan melaksanakannya,” tegas Poernomo.

Lihat juga...