Penyerapan Dana Desa di Aceh Sudah Mencapai Rp2,14 Triliun

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Perbendaharaan Provinsi Aceh, Syafriadi - foto Ant
BANDA ACEH – Kantor Wilayah Direktorat Perbendaharaan Provinsi Aceh menyatakan, realisasi atau penyerapan Dana Desa di provinsi ujung barat Indonesia tersebut sudah mencapai Rp2,14 triliun, dari pagu anggaran sebanyak Rp4,99 triliun.

“Realisasi Dana Desa di Aceh hingga 5 Juli lalu sebesar 42,79 persen atau Rp2,14 triliun dari total anggaran Rp4,99 triliun,” kata Kepala Kantor Wilayah Direktorat Perbendaharaan Provinsi, Aceh Syafriadi, Kamis (8/7/2021).

Menurut Syafriadi, dengan dengan penyerapan anggaran sebesar 42,79 persen tersebut, Aceh berada pada peringkat delapan nasional, dengan realisasi dana desa tertinggi. “Peringkat pertama Provinsi Bali mencapai 69,68 persen atau Rp473 miliar dari pagu Rp679 miliar. Aceh setelah Provinsi Kepulauan Riau dengan realisasi mencapai 43,20 persen,” kata Syafriadi.

Syafriadi mengatakan, dari 23 kabupaten kota di Aceh, terdapat dua kabupaten yang penyerapan dana desanya masih rendah atau di bawah 30 persen. Yakni Kabupaten Pidie dan Kabupaten Aceh Timur. Sedangkan, Kabupaten Aceh Utara, Aceh Jaya, Aceh Barat Daya, Kota Lhokseumawe, Aceh Tengah, Aceh Singkil, Kota Subulussalam, dan Kabupaten Simeulue, realisasi dana desanya berkisar 30 hingga 40 persen.

“Sementara, Kota Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Tenggara, penyerapan dana desa di atas 60 persen. Sedangkan kabupaten lainnya seperti Aceh Besar, Aceh Selatan, Aceh Barat berkisar 40 hingga 60 persen,” kata Syafriadi.

Syafriadi mengharapkan, pencairan dana desa tersebut bisa dipercepat agar seluruh gampong atau desa di Aceh semakin mampu memperkuat daya beli masyarakat. “Penyerapan dana desa ini turut meningkatkan kualitas penanganan COVID-19 di tingkat gampong dan mengangkat pertumbuhan ekonomi masyarakat di Provinsi Aceh,” kata Syafriadi. (Ant)

Lihat juga...