Penyuluh Pertanian Diminta Bantu Petani Tingkatkan Mutu Beras

KUALATUNGKAL – Bupati Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar) Provinsi Jambi, H Anwar Sadat, meminta kepada para penyuluh di daerah itu untuk membantu petani meningkatkan mutu beras lokal sehingga bisa bersaing dengan produk pangan daerah lain.

“Pemerintah daerah mendorong penuh pemasaran produk beras lokal, tentunya menjaga mutu beras. Para penyuluh di Tanjabbar saya minta mendampingi dan membantu petani memberi solusi agar dapat menghasilkan mutu beras yang baik,” kata Bupati Anwar Sadat di Kualatungkal Kabupaten Tanjabbar, Jumat.

Secara khusus ia meminta para penyuluh memberikan dan mencari solusi yang tepat untuk meningkatkan mutu beras. Salah satunya dalam pengolahan pascapanen.

Bupati menyebutkan, hal itu terkait dengan teknologi dan alat yang digunakan, salah satunya alat perontok padi maupun kehadiran lantai jemur sehingga gabah yang sudah disabit tidak terlalu lama di lahan sawah.

“Lahan jemur akan mengurangi waktu penyimpanan di lokasi panen, terlalu lama di lahan bisa menyebabkan beras patah dan berwarna kekuningan,” kata bupati.

Menurut dia, kualitas dan mutu beras menjadi prioritas utama yang perlu diperhatikan agar beras yang dihasilkan petani dapat bersaing dengan beras dari luar seperti dari Palembang, Lampung, Padang dan daerah lainnya.

“Untuk itu perlu diperhatikan proses penyimpanan gabah setelah panen agar kualitas beras terjaga. Untuk pasar beras lokal, pemerintah daerah telah melakukan terobosan dalam menyerap beras produksi petani di antaranya dengan mewajibkan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat untuk membeli dan mengonsumsi beras lokal yang dihasilkan petani Tanjabbar,” ungkapnya.

Pemerintah juga telah menjalin kerjasama antar daerah termasuk dalam rangka mengembangkan potensi-potensi yang layak dikerja samakan termasuk juga terkait pemasaran beras petani.

“Jadi dalam hal ini pemerintah akan terus berupaya mencari solusi pemasaran bagi beras produksi petani kita. Oleh karenanya sangat penting untuk memperhatikan dan menjaga kualitas beras agar bisa bersaing dengan beras produksi daerah lain,” katanya.

Koordinasi juga dilakukan, termasuk pelatihan teknis bagi Non Aparatur Angkatan XXVIII (Komoditas Padi) di Balai Pelatihan Pertanian (BPP) Provinsi Jambi dengan tema ‘Panen Dan Pasca Panen Tanaman Padi’ di Kecamatan Pengabuan, Kabupaten Tanjabbar, Rabu lalu.

Pelatihan yang diikuti oleh sebanyak 60 orang peserta yang terdiri dari para petani, pemilik penggilingan padi dan penyuluh kecamatan Pengabuan serta Kecamatan Senyerang.

Bupati beserta Ketua TP PKK Tanjab Barat meninjau gudang produksi beras dan mengunjungi sentra UMKM usaha pembuatan kerupuk udang. Hadir pula Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Dan Holtikultura, Camat Pengabuan dan narasumber dari Widyaiswara Bapeltan Provinsi Jambi. (Ant)

Lihat juga...