Perayaan Seabad Partai Komunis China Khidmat Meski Tiananmen Diguyur Hujan

BEIJING — Meskipun Lapangan Tiananmen di Beijing diguyur hujan, perayaan 100 tahun Partai Komunis China (CPC) yang dihadiri ribuan orang pada Kamis pagi berlangsung khidmat.

Tak seorang pun beranjak dari kursi undangan yang dipasang di seluruh lapangan Tiananmen dan seputaran museum Kota Terlarang.

Kecuali kursi Presiden China Xi Jinping dan elite CPC, kursi tamu undangan di kedua tetenger (landmark) bersejarah tersebut tidak dilengkapi tenda.

Pihak panitia membagikan tas di setiap kursi tamu undangan yang di dalamnya berisi jas hujan, topi, handuk, tiga botol air minum, terapi aroma, dan minyak angin.

Begitu turun hujan, para tamu undangan yang didominasi oleh kader partai berkuasa di China tersebut tinggal mengenakan jas hujan.

Hujan turun di tengah Presiden sekaligus orang nomor satu di CPC dan militer China itu berpidato dengan nada tenang namun membakar semangat.

Pada Rabu (30/6) malam, hujan mengguyur sebagian besar wilayah Ibu Kota.

Namun pada Kamis pagi matahari sempat bersinar cerah sebelum hujan yang tidak seberapa lama.

Begitu hujan reda, panitia menganjurkan para tamu undangan, termasuk awak media asing untuk melepas jas hujan.

Beberapa kali riuh tepuk tangan menggema di setiap Xi menyampaikan beberapa poin penting, terutama ketika mengobarkan semangat patriotisme rakyatnya.

“Rakyat China tidak akan pernah membiarkan kekuatan asing menggertak, menindas, atau mengalahkan kami. Siapa pun yang mencoba melakukannya akan membentur tembok besar baja yang ditempa oleh lebih dari 1,4 miliar masyarakat China,” tegas Xi.

Xi menekankan bahwa negaranya akan selalu bekerja keras menciptakan perdamaian, berkontribusi pada pembangunan global, dan menjaga ketertiban dunia dengan tetap melanjutkan upaya membangun komunitas masyarakat masa depan.
Perayaan seabad CPC tidak hanya diisi pidato Xi yang berlangsung sekitar 1,5 jam itu.

Sebelumnya juga ada demo udara sejumlah helikopter dan pesawat tempur yang membentuk formasi angka 100.

Disusul dengan dentuman meriam sebanyak 100 kali pula.  [Ant]

Lihat juga...