Percepataan Vaksinasi COVID-19 di Kediri , Kelurahan Burengan Bagikan Hadiah Rp25 Juta

Warga antre ikut vaksinasi di Kota Kediri, Jawa Timur - foto Ant
KEDIRI – Kelurahan Burengan, Kota Kediri, Jawa Timur, menggelar sayembara berhadiah total senilai Rp25 juta, untuk RT di kelurahan itu, dalam rangka percepatan program vaksinasi COVID-19. Pemberian hadiah, diharapkan mendorong semangat warga untuk mengikuti vaksinasi.

“Kami dorong warga agar semangat vaksinasi. Ini lombanya tingkat RT,” kata Lurah Burengan Adi Sutrisno di Kediri, Sabtu (3/7/2021).

Selain untuk percepatan program vaksinasi COVID-19, kegiatan tersebut dilakukan, agar warga juga bersemangat untuk dan lebih menggiatkan lagi untuk menjaga kebersihan lingkungan masing-masing.  Termasuk, ajakan kepada warga, berpartisipasi mencegah peredaran narkoba terutama di lingkungan ini.

Di Kelurahan Burengan, Kota Kediri tersebut, proses vaksinasi COVID-19 masih belum tuntas. Dimungkinkan masih sekira 40 persen warga yang belum divaksin. Vaksinasi sudah dilakukan secara bertahap, untuk warga pralansia serta warga yang sudah lanjut usia (lansia).

Sedangkan untuk warga yang berusia 18 tahun ke atas, di Kelurahan Burengan sudah dijadwalkan untuk vaksinasi. Pemkot Kediri telah membuka pendaftaran vaksinasi COVID-19, bagi mereka yang berusia 18 tahun ke atas. Proses pendaftaran melalui RT.  “Di Kelurahan Burengan itu jadwalnya tanggal 7 dan 8 Juli 2021. Lokasinya di puskesmas dan kelurahan. Ada 300 orang yang akan ikut vaksinasi dan itu dibagi dua lokasi tersebut,” jelasnya, yang juga menyebut tidak mengetahui apakah di kelurahan lain juga menyiapkan hadiah.

Terkait dengan realisasi vaksinasi COVID-19 di Kelurahan Burengan, Adi mengatakan, kemungkinan sekitar 40 persen yang merupakan warga pralanjut usia, lansia dan kelompok sasaran lainnya. Sementara itu, untuk masyarakat usia 18 tahun ke atas, masih persiapan untuk vaksinasi. Saat ini, di Kelurahan Burengan, Kota Kediri ada beberapa warga yang isolasi mandiri karena terpapar COVID-19. Mereka tersebar di sejumlah lingkungan.

Untuk penanganan warga terkonfirmasi positif, tidak melakukan micro lockdown. Karena titik warga isolasi yang terpencar. Jika dilakukan micro lockdown, dimungkinkan akan kesulitan, sehingga yang dilakukan warga adalah isolasi mandiri. Namun ditegaskan, isolasi mandiri warga yang terpapar COVID-19 juga dilakukan dengan ketat. Warga bersangkutan harus tetap menjaga protokol kesehatan, untuk mencegah penyebaran COVID-19.

Kota Kediri, termasuk salah satu daerah yang menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat. Pemkot Kediri menyediakan dua lokasi isolasi terpusat guna mendukung upaya menekan penularan COVID-19. Dua lokasi itu antara lain gedung balai latihan kerja (BLK) serta GNI Kota Kediri. Tempat itu disiapkan untuk isolasi bagi pasien yang terpapar COVID-19 tanpa gejala atau OTG.

Di Kota Kediri, hingga Jumat (2/7/2021) terdapat 1.593 orang yang terkonfirmasi positif COVID-19. Ada 136 orang yang masih dirawat, 1.301 orang sudah sembuh dan 156 orang telah meninggal dunia. (Ant)

Lihat juga...