Permintaan Minuman Alternatif Kesehatan di Lampung Alami Peningkatan

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

LAMPUNG — Minuman alternatif kesehatan jadi pilihan di tengah perubahan cuaca dan perkembangan kasus Covid-19 yang terus meningkat, bahkan juga terdapat varian baru. Dampaknya permintaan jenis kelapa muda hijau atau dugan hijau serta berbagai tanaman herbal meningkat.

Safandi, pedagang kelapa muda hijau segar, kelapa muda hijau rebus di Jalan Cut Nyak Dien, Tanjung Karang, Bandar Lampung menyebut, kelapa hijau diyakini memiliki khasiat meningkatkan kekebalan tubuh. Jenis ini memiliki ciri khas air lebih asam namun daging buahnya manis.

Safandi bilang air kelapa hijau diyakini mencegah dehidrasi, menangkal radikal bebas, menurunkan tekanan darah, vitamin dan mineral.

“Air kelapa sebagai alternatif untuk menghindari penyakit metabolik seperti tekanan darah tinggi, gula darah tinggi, kolesterol dan lemak yang resikonya,” terang Safandi saat ditemui Cendana News, Jumat (9/7/2021).

Safandi bilang setiap hari bisa menyediakan sekitar 100 butir kelapa muda hijau dan saat ini stok terpaksa ditambah karena banyaknya permintaan. Sementara untuk harga dijual Rp8.000 hingga Rp10.000 per butir meski di wilayah lain kelapa hijau bisa mencapai Rp30.000 perbutir.

Selain itu, tanaman herbal yang digunakan merebus atau menggodog kelapa hijau cukup beragam. Jenis yang digunakan berupa jahe, kapulaga, pala, serai wangi, kayu manis dan madu.

“Berbagai tambahan tanaman herbal bisa dimanfaatkan untuk menambah khasiat air kelapa dengan proses perebusan,” ulasnya.

Sarnatik warga Kelurahan Batu Putuk, Kecamatan Teluk Betung Barat, Bandar Lampung tengah menyiapkan sereh bagi pembuat jamu, minuman herbal, Senin (5/7/2021) (Dok: Henk Widi)

Peningkatan permintaan kelapa muda hijau segar, direbus sebut Safandi seiring dengan munculnya varian virus Covid-19. Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat mikro mendorong masyarakat ingin meningkatkan kekebalan tubuh.

Selain kelapa muda hijau, kelapa godog dengan herbal juga ikut meningkat. Sarnatik, warga Kelurahan Batu Putuk, Kecamatan Teluk Betung Barat menyebutkan, jenis tanaman herbal yang banyak diminta yakni jahe merah, kunyit, serai hingga kencur.

“Sebagian warga yang ingin membuat minuman jamu, produsen jamu bisa membuat hasil pertanian terserap pasar,”ulasnya.

Ngatiyem, warga Desa Pasuruan, Kecamatan Penengahan menyebutkan, memanfaatkan serai wangi. Merebus bersama jahe merah dan gula aren dapat menjadi alternatif untuk menjaga daya tahan tubuh. Terlebih saat kondisi cuaca kurang bersahabat, serai wangi dan tanaman herbal bermanfaat untuk minuman alternatif penghangat badan.

Lihat juga...