Permudah Pengisian Tabung Oksigen, Jabar Siapkan Lima Filling Station 

Editor: Maha Deva

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, saat memberikan keterangan mengenai filling station sudah hadir sejak empat hari lalu di Jawa Barat, Sabtu (31/7/2021) - Foto M Amin
BANDUNG – Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar), menyiapkan Filling Station Oksigen di lima daerah, Kota Bandung, Cikarang (Kabupaten Bekasi), Kota Sukabumi, Kabupaten Tasikmalaya, dan Kota Cirebon. Fasilitas tersebut diharapkan mempermudah pengisian oksigen oleh rumah sakit.

“Skema Filling Station dihadirkan guna mempermudah maupun mempercepat pengisian oksigen bagi rumah sakit, yang tersebar di wilayah Jawa Barat,” kata Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Sabtu (31/7/2021).

Lima Filling Station tersebut sudah beroperasi sejak 26 Juli 2021. Asisten Daerah (Asda) Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi Jabar, Taufiq Budi Santoso, yang juga Ketua Posko Oksigen Jabar menjelaskan, alur pengisian oksigen di lima Filling Station diawali oleh penentuan kuota tabung untuk kabupaten dab kota dan RSUD Jabar oleh Posko Oksigen Jabar. “Setelah itu, Posko Oksigen Kabupaten dan Kota menentukan kuota tabung untuk setiap rumah sakit di kabupaten dan kotam berdasarkan kuota yang sudah ditentukan Posko Oksigen Jabar,” jelas Taufiq.

Jika Posko Oksigen Kabupaten dab Kota sudah menetukan kuota tabung, rumah sakit akan mengisi Google Form Posko Oksigen, dengan jumlah tabung sesuai kuota. “Kuota ini ditentukan berdasarkan neraca kebutuhan oksigen yang sudah diperhitungkan dengan komprehensif dan terukur oleh Posko Oksigen Jabar,” jelasnya.

Adapun sampai 29 Juli 2021 atau empat hari sejak beroperasi, Filling Station Bandung sudah melayani 44 rumah sakit dengan total pengisian 1.076 tabung oksigen, Filling Station Cikarang telah mengisi 1.137 tabung oksigen dari 36 rumah sakit.

Filling Station Sukabumi telah melayani 20 rumah sakit dengan total pengisian 243 tabung. Filling Station Tasikmalaya sudah melayani 18 rumah sakit dengan total pengisian 1.020 tabung oksigen, dan Filling Station Cirebon telah melayani 34 rumah sakit dengan total pengisian 1.021 tabung oksigen.

Menurut Taufiq, ada sejumlah kendala yang terjadi selama pengisian tabung oksigen di Filling Station. Diantaranya, banyak rumah sakit yang akan melakukan pengisian tabung tidak sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan, sehingga menyebabkan penumpukan antrean pengisian tabung. Kemudian, masa berlaku uji hidorstatis tabung yang dimiliki rumah sakit, tidak sesuai aturan dan prosedur yang berlaku .

Sehingga tabung tidak dapat terisi. Kemudian, cukup banyak permintaan di luar pengajuan form rumah sakit, seperti individu. “Kendala terakhir adalah terbatasnya kemampuan dan jam operasional pengisian di Filling Station, tidak sebanding dengan tingginya permintaan pengisian. Pengisian di lima Filling Station akan dilaksanakan kembali pada pekan depan, dengan lebih baik dan memperbaiki kendala-kendala yang dihadapi pada tahap pertama,” ucap Taufiq.
Lihat juga...