Petakan Peluang Usaha, Cara UMKM Lampung Tingkatkan Omzet

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

LAMPUNG – Bertahan dalam situasi ekonomi tidak menentu ikut berdampak pada sektor usaha kecil. Strategi mapping bisnis atau pemetaan peluang usaha dilakukan oleh Surya, pedagang donat dan berbagai kerupuk ikan di Jalan Yos Sudarso, Kecamatan Panjang, Bandar Lampung.

Ia menyebut mapping bisnis jadi kunci utama ia bisa bertahan meski ekonomi lesu.

Surya bilang tahap mapping dilakukan olehnya dengan membuat peta bisnis. Ia memanfaatkan peta digital berbasis Google Maps untuk menentukan lokasi berjualan pada akses jalan yang kerap dilintasi.

Mapping dalam makna memetakan lokasi digunakan olehnya untuk memberi tanda (tagging) tempat berjualan. Meski ia memakai mobil lokasi yang ditandai akan mudah ditemukan konsumen.

Pemetaan dalam arti langsung dilakukan Surya dengan survei lokasi ke sejumlah titik. Ia mengaku pelaku usaha sejenis dengan kendaraan telah memilih sejumlah ruas jalan strategis.

Ia memilih lokasi Jalan Yos Sudarso setelah melihat potensi penjualan donat tidak berdekatan dengan bisnis serupa. Terlebih produk donat rumahan miliknya dijual dengan sistem gaji dari produsen.

“Bisnis utama saya menjual kerupuk ikan berbagai jenis berupa kemplang, sementara ada peluang bisnis penjualan donat milik satu produsen, sehingga saya melakukan pemetaan lokasi yang bisa menjadi peluang bisnis, agar usaha saya bisa berjalan dan bertahan,” terang Surya saat ditemui Cendana News, Selasa (13/7/2021).

Surya menambahkan pemetaan lokasi untuk usaha kecil sangat penting. Sebab sejumlah pemilik usaha sejenis yang memiliki toko statis mulai beralih ke toko mobile. Sistem mobil toko (moko) memanfaatkan mobil yang dibeli dengan cara kredit, jadi cara menjangkau area pemasaran lebih luas.

Hasilnya ia bisa mendapatkan omzet harian rata-rata Rp700.000. Omzet itu terbilang lebih turun dari sebelum pandemi berkaitan dengan kesehatan bisa Rp1 juta per hari.

Surya bilang menjual donat dengan kemasan menarik, varian berbagai rasa. Donat dijual per kotak seharga Rp13.000, berbagai jenis kerupuk dijual mulai Rp15.000 per kemasan.

Menerapkan teknik pemetaan bisnis ia menyebut bisa mengatur waktu berjualan. Bersifat mobile membuat ia bisa menjual sejumlah produk ke lokasi lain menyesuaikan kondisi.

“Saat ini saya sudah bisa menambah modal adanya pinjaman dengan relaksasi kredit untuk perluasan usaha,” ulasnya.

Wardiman dan Satono, salah satu pedagang pakaian, sepatu, ikat pinggang, tas dan asesoris lain mengaku melakukan pemetaan bisnis. Meski memiliki toko statis di wilayah Sukarame, ia mengaku memilih berjualan dengan mobil.

Toko penjualan pakaian statis dikelola oleh istri dan anak. Pemanfaatan strategi pemetaan bisnis membuat ia bisa memilih lokasi yang potensial meningkatkan omzet.

Jalan Sultan Agung sebutnya jadi lokasi strategis penghubung Jalan Sukarno Hatta dan Zainal Abidin Pagar Alam.

Ia mengaku omzet bisa meningkat karena lokasi berjualan di akses masuk ke pusat kegiatan olahraga (PKOR) Way Halim. Ia masih bisa mendapat omzet di atas Rp450.000. Omzet itu sebutnya menjadi pendukung pemasukan pada toko statis miliknya.

“Biaya operasional bisa saya hemat karena tidak perlu sewa toko, hanya bahan bakar,” ulasnya.

Selain pedagang pakaian, sejumlah pedagang makanan ringan di Jalan Sultan Agung memanfaatkan peluang. Lokasi strategis jadi pilihan setelah sejumlah pedagang memetakan lokasi yang tepat.

Terlebih sejumlah jalan protokol yang disekat oleh rekayasa lalu lintas menjadikan lokasi penjualan sistem berpindah ikut terdampak. Kawasan sekitar PKOR Way Halim jadi pilihan.

Mapping bisnis kuliner minuman juga dilakukan Nova Utari. Pedagang minuman es cendol durian itu memetakan Sukarame sebagai pusat pendidikan. Sejumlah sekolah hingga perguruan tinggi jadi tempat bisnis yang tepat.

Penjualan dengan media sosial, aplikasi dan pembayaran QRIS dilakukan Nova Utari di Sukarame, Bandar Lampung, Selasa (13/7/2021) – Foto: Henk Widi

Menjual minuman seharga Rp8.000 per gelas dilakukan olehnya dengan sistem kontainer mini. Ia juga memanfaatkan penjualan online dan pembayaran sistem QRIS untuk memudahkan pelanggan.

Pemanfaatan media sosial sebut Nova Utari sangat membantu pelaku usaha kecil. Selain mapping lokasi, mapping kesukaan generasi milenial pada varian rasa dilakukan olehnya.

Ia juga mengaku selalu melihat peluang pasar sesuai tren. Sebelumnya ia pernah berbisnis minuman thai tea, boba yang mulai meredup.

Sistem amati, tiru, modifikasi, jadi strategi baginya agar bisnis tetap berjalan meski dengan produk berbeda.

Lihat juga...