Peternak Sapi di Arjasari Terpaksa Jual Sapi Secara Kredit

Editor: Koko Triarko

BANDUNG – Tidak seperti sebelumnya, sejumlah peternak sapi di Arjasari, Kabupaten Bandung, mengaku sulit menjual hewan ternaknya pada Iduladha tahun ini. Bukan lantaran sepi peminat, namun harga yang diminta calon pembeli yang di bawah standar.

Juhana (43), peternak sapi di Arjasari, bahkan mengaku terpaksa menjual sapinya dengan sistem kredit atau dicicil, agar sapi tersebut bisa tetap terjual dan harganya tidak merosot.

“Untuk ukuran sapi saya ini, usianya 8 bulan lebih, banyak yang nawar Rp9 juta. Ya saya tidak bisa lepas, karena normalnya itu Rp12 juta. Terpaksa saya kasih tawaran, kalau mau tetap di harga Rp12 juta walaupun bayarnya dicicil selama tiga bulan” kata Juhana, saat ditemui di kediamannya di kampung Babakan Sukasari, Pinggirsari, Arjasari, Kabupaten Bandung, Selasa (20/7/2021).

Menurut Juhana, sapi miliknya harus terjual tahun ini karena jika tidak laku, maka ia mengaku tidak sanggup lagi mengurus sapi tersebut, karena saat ini jukut (makanan sapi) makin sulit didapatkan.

“Memang target saya harus laku tahun ini. Udah capek ngurusnya. Nyari rumput setiap hari dan sekarang makin susah juga,” tuturnya.

Di tempat berbeda, Nurjaman, Ketua DKM Masjid Al-Ikhlas di Kampung Kina 11, Pinggirsari, Arjasari, mengatakan, bahwa sampai saat ini belum ada warga yang berkurban sapi. Ia pun mengira, hal tersebut disebabkan oleh faktor ekonomi yang sedang susah akibat pandemi.

“Tahun kemarin kita bisa potong tiga sapi. Tapi sekarang belum ada. Domba juga biasanya bisa sampai 20 ekor, sekarang baru ada 16 ekor. Kita syukuri saja, yang penting masih ada,” tandasnya.

Nurjaman pun menyatakan, bahwa pihaknya masih akan membuka penerimaan hewan kurban hingga Rabu 21 Juli mendatang. Pasalnya, pemotongan dan penyaluran hewan kurban baru akan dilakukan di hari tersebut.

“Sengaja kita baru potong sehari setelah lebaran, sambil menunggu siapa tahu masih ada warga yang ingin berkurban,” pungkas Nurjaman.

Lihat juga...