PMI : Stok Plasma Konvalesen di Lumajang Menipis

LUMAJANG, JAWA TIMUR — Stok plasma konvalesen di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur menipis seiring dengan meningkatnya kasus COVID-19 yang cukup signifikan dalam beberapa hari terakhir di wilayah setempat.

“Ketersediaan stok plasma konvalesen yang ada tidak sebanding dengan banyaknya kebutuhan pasien COVID-19,” kata Manajer Kualitas Unit Transfusi Darah (UTD) Palang Merah Indonesia (PMI) Lumajang Anis Mufaridah di Lumajang, Kamis.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Lumajang pada Rabu (7/7) tercatat penambahan kasus COVID-19 sebanyak 154 kasus baru, 17 pasien sembuh, dan sembilan pasien meninggal dunia.

Penambahan jumlah kasus terkonfirmasi positif dan meninggal dunia tersebut sebagai rekor baru kasus terbanyak sejak terjadi pandemi COVID-19 di Kabupaten Lumajang, sehingga kabupaten setempat masuk zona merah atau risiko tinggi penyebaran virus Corona di Jawa Timur.

“Jumlah plasma konvalesen kurang dan tidak seimbang dengan jumlah permintaan yang cukup banyak,” tuturnya.

Ia mengatakan minimnya stok plasma konvalesen juga disebabkan kurangnya pendonor dari para penyintas COVID-19, sehingga PMI Lumajang mengimbau kepada para penyintas untuk mendonorkan plasma darahnya.

“Minimnya penyitas COVID-19 melakukan donor plasma konvalesen karena kemungkinan mereka kurang paham pentingnya plasma konvalesen bagi pasien yang terpapar virus corona,” katanya.

Menurutnya, antusias penyintas untuk melakukan donor masih kurang, sehingga PMI Lumajang mengajak para penyintas COVID-19 untuk mendonorkan plasma darahnya melalui berbagai cara.

“Kami menghubungi langsung para penyintas dan melakukan upaya persuasif kepada mereka agar bersedia menjadi pendonor plasma konvalesen untuk menolong pasien COVID-19,” katanya.

Plasma konvalesen merupakan salah satu metode imunisasi pasif yang dilakukan dengan memberikan plasma darah orang yang telah sembuh dari COVID-19 kepada pasien terinfeksi virus corona yang sedang dirawat.

Data Dinas Kesehatan Lumajang mencatat total kasus konfirmasi positif hingga 7 Juli 2021 sebanyak 3.803 kasus, 2.933 kasus sembuh, dan 325 kasus kematian. [Ant]

Lihat juga...