Pneumonia Masih Menjadi Pembunuh Pertama Pada Anak di Indonesia

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik Direktorat Jenderal P2P Kementerian Kesehatan RI, Siti Nadia Tarmizi, dalam Media Gathering Save The Children secara daring di Jakarta, Kamis (15/7/2021) - foto Ant

JAKARTA – Pneumonia, masih menjadi pembunuh pertama pada anak-anak di Indonesia. Hal tersebut terungkap dalam, Media Gathering Save The Children, yang digelar secara daring di Jakarta, Kamis (15/7/2021).

“Pneumonia ini menjadi masalah walaupun kelihatannya simple ya. Tapi ternyata masih menjadi pembunuh pertama sebenarnya bagi anak-anak kita,” kata Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik Direktorat Jenderal P2P Kementerian Kesehatan RI, Siti Nadia Tarmizi, saat menjelaskan mengenai  tingkat kematian balita di Indonesia akibat pneumonia.

Nadia mengungkapkan, berdasarkan data di 2014, sebanyak 23 balita di Indonesia meninggal setiap jam. Dimana empat di antaranya meninggal akibat pneumonia.  16 persen dari kematian anak usia dibawah lima tahun, disebutnya dikarenakan pneumonia “Kita tahu, 16 persen dari kematian anak usia dibawah lima tahun disebabkan pneumonia. Indonesia salah satu penyumbang kematian enam dari 10 anak akibat pneumonia di 10 negara,” jelasnya.

Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran, Bandung, Prof Dr dr Cissy Kartasasmita, yang juga menjadi narasumber dalam acara tersebut menjelaskan, pneumonia adalah penyakit yang menyebabkan terjadinya infeksi pada paru-paru.

Infeksi ini mengakibatkan gangguan pada saat terjadinya pertukaran gas dalam paru-paru. “Infeksi pada jaringan paru-paru. Jadi paru-paru kita itu ada banyak jaringan rongga-rongganya untuk pertukaran gas. Kalau jaringan itu ada infeksi, pertukaran tidak bisa terjadi,” kata Cissy.

Cissy mengungkapkan, selain pneumonia, diare juga menjadi penyebab kematian tertinggi anak balita di Indonesia. Ia menyebut, negara lain yang ikut menyumbang kasus kematian anak akibat pneumonia di antaranya adalah Nigeria, Kongo, Afganistan, Pakistan, India dan China. (Ant)

Lihat juga...