Polda NTT Tangani Kasus 13 Pekerja Pub di Bawah Umur

Editor: Koko Triarko

MAUMERE – Kepolisian Daerah (Polda) NTT) melakukan pemeriksaan terhadap 13 anak yang bekerja di pub di Kota Maumere, Kabupaten Sikka, di selter Tim Relawan untuk Kemanusiaan (TRuK) Maumere.

“Pemeriksaan dilakukan oleh penyidik yang memiliki sertifikasi Perlindungan Perempuan dan Anak,” kata Kepala Sub Direktorat Remaja, Anak dan Wanita (Kasubdit IV Renakta) Ditreskrimun Polda NTT, Kompol. Moh. Mukhson, saat ditemui di Kantor TruK Maumere, Jumat (2/7/2021).

Mukhson mengatakan, pemeriksa berasal dari penyidik PPA dari Polwan. Pemeriksaan dilakukan di kantor TRuK sesuai keinginan dari anak-anak yang menjadi korban.

Dia mengakui, sebenarnya anak-anak tersebut rencananya akan dibawa ke Kupang. Namun karena ada penolakan dari anak-anak, sehingga penyidik Polda NTT yang datang dari Kupang.

Kepala Sub Direktorat Remaja, Anak dan Wanita (Kasubdit IV Renakta) Ditreskrimun Polda NTT, Kompol. Moh. Mukhson, saat ditemui di Kantor TruK Maumere, Jumat (2/7/2021). -Foto: Ebed de Rosary

“Pelaku yang mempekerjakan anak-anak di pub akan disangkakan dengan dugaan tindak pidana terkait perlindungan anak dan ketenagakerjaan. Nanti dalam perjalanan kita akan lihat hasil pemeriksaannya,” ungkapnya.

Menurut Mukhson, pelaku belum dikenakan Undang-Undang Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), sebab penyidik yang sudah menggelar perkara masih ada unsur yang belum terpenuhi.

Pihaknya tidak ingin mengambil risiko, sehingga sementara menjerat pelaku dengan undang-undang perlindungan anak dan ketenagakerjaan serta akan melihat perkembangan ke depannya.

“Penetapan tersangka tentunya berdasarkan alat bukti dan saksi.Tidak menutup kemungkinan, kasusnya akan berkembang ke Tindak Pidana Perdagangan Orang,” ungkapnya.

Pimpinan TruK Maumere, Suster Eustachia, SSpS., menyebutkan, sebelumnya sebanyak 17 anak yang bekerja di berbagai pub di Kota Maumere diamankan aparat kepolisian dari Polda NTT dan dititipkan di tempatnya.

Namun, Suster Eustachia, mengatakan pada Minggu (27/6/2021) sebanyak 4 anak berhasil kabur melalui tembok belakang tempat penampungan mereka, sehingga membuat 13 anak lainnya pun ingin keluar dari selter.

“Mereka yang tersisa sempat pamit kepada saya dan mengatakan mau pergi. Para suster yang masih muda mengikuti mereka, lalu meminta mereka kembali ke selter dan mereka akhirnya mengiyakan,” ucapnya.

Suster Eustachia mengaku tidak menduga, anak-anak ini ingin keluar dari selter dan dari beberapa informasi yang dia peroleh, dirinya menduga anak-anak ini menolak untuk dibawa ke Kupang untuk menjalani pemeriksaan.

Subdit 4 Ditreskrimum Polda NTT pada Senin (14/6/2021) melakukan penggerebekan di beberapa pub di Kota Maumere, dan menemukan sejumlah anak yang dipekerjakan di tempat tersebut.

Sebanyak 17 anak diamankan dan dititipkan di selter TruK Maumere, yakni 3 dari 999 Pub, 5 dari Sasari Pub, 1 dari Libra Pub serta 8 anak lainnya berasal dari Bintang Pub.

Anak-anak yang diamankan tersebut berusia di bawah 18 tahun, bahkan ada yang usianya 14 tahun dan terdapat 2 anak yang sedang dalam kondisi hamil. Anak-anak ini berasal dari Cianjur, Karawang dan Jakarta.

Lihat juga...