Polisi Ungkap Kasus Puluhan Kilogram Ganja di Bekasi

Editor: Koko Triarko

BEKASI – Polres Metro Bekasi Kota merilis hasil pengungkapan kasus 36 kilogram lebih narkotika jenis ganja, hasil pembongkaran dari dua lokasi berbeda, di wilayah Bekasi Utara dan Jatisampurna.

Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Pol. Aloysius Suprijadi, mengungkapkan puluhan kilogram ganja berdasarkan pengembangan pertama pada 24 juni 2021 di daerah Babelan berawal dari ungkapan 8 gram, 1 paket, kemudian diperiksa tersangka dan dikembangkan mendapatkan satu kilogram ganja.

“Selanjutnya dari tersangka ini dikembangkan lagi, sehingga didapatkan 25 kg paket ganja, jadi totalnya ada empat tersangka,” ujar Kombes Pol. Aloysius Suprijadi, kepada media, Jumat (2/7/2021).

Penyitaan barang haram itu merupakan hasil terbesar yang berhasil diungkap jajaran Polres Metro Bekasi Kota sejak beberapa tahun terakhir.

Di wilayah hukum Polsek Jatisampurna, petugas menyita barang bukti 10 bungkus plastik hitam dilakban warna cokelat yang berisikan narkotika jenis ganja, di dalam plastik hitam dengan berat 10 kilogram, 1 unit handpone Nokia warna Hitam dan 1 unit handpone dari tersangka RA (25).

Sedangkan di wilayah hukum Polsek Bekasi Utara, petugas menyita barang bukti 1 buah masker berwarna putih biru, bungkus yang berisikan narkotika golongan 1 jenis Tanaman Ganja berat bruto lebih kurang 8,86 gram, 1 buah tas Levis warna biru berisian Narkotika jenis Ganja seberat 1 Kg , 1 buah karung warna hijau muda yang di dalamnnya berisikan paket besar ganja kering yang terbungkus lakban warna coklat sebanyak 25 paket seberat 25 Kg, 1 buah timbangan dan 4 buah handphone dari 4 tersangka AG (21), S (38), RBP (30), dan I (28).

“Kemudian yang ke dua, kejadian tanggal 28 diungkap Polsek jatisampurna, bermula dari kecurigaan anggota terhadap pelaku seseorang di jalan pemuda, Jakarta Timur, depan JnT paket, pada penggeledahan itu ditemukan paket ganja disembunyikan di tong sampah ada 10 kg pada tanggal 28 juni, Senin kemarin,” tambahnya.

Polisi juga masih menyelidiki para tersangka serta modus operandinya dalam menjalankan bisnis haram tersebut. Dengan banyaknya barang bukti yang diamankan, polisi terus melakukan pendalaman.

“Ini masih pendalaman dan masih bisa dikembangkan, sudah berapa lama yang bersangkutan melakukan jual beli narkoba ini,” katanya.

Pada penangkapan di wilayah hukum Polsek Jatisampurna, polisi menangkap tersangka dan mengamankan barang bukti yang sempat disembunyikan oleh tersangka tidak jauh dari lokasi penangkapan.

Indikasi akan melakukan transaksi, kemudian barang ini disembunyikan di tempat sampah. Pada saat dilakukan penggeledahan, ditemukan barang ini tidak jauh dari tersangka yang sudah diamankan.

Para tersangka diduga mendapat untung sekitar Rp5 juta per kilogramnya. Sasaran untuk mengedarkan barang haram tersebut ialah para remaja.

Para tersangka dijerat dengan pasal Pasal 114 ayat (2), Subsider Pasal 111 Ayat (2), UURI No 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman penjara paling singkat lima tahun atau paling lama 20 atau denda Rp10 miliar.

Lihat juga...