PPKM Darurat Dongkrak Omzet Penjualan Warung Cerdas Wanareja

Editor: Koko Triarko

CILACAP – Selama penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat mulai tanggal 3 Juli lalu, omzet Warung Cerdas Wanareja di Kabupaten Cilacap justru mengalami peningkatan. Hal tersebut karena pasar-pasar tradisional tutup lebih awal.

Pengelola Warung Cerdas Wanareja Cilacap, Sudaryanto, mengatakan kenaikan omzet penjualan di warung cerdas rata-rata mencapai Rp4 juta per hari. Sebagian besar barang yang banyak terjual adalah sembako, seperti beras, gula pasir, mie instan, kopi dan lain-lain.

“Kemarin kita mengalami penurunan omzet penjualan hingga hanya mencapai Rp26 juta per hari. Namun, setelah pemberlakuan PPKM darurat, justru omzet naik sampai rata-rata Rp30 juta per hari,” katanya, Rabu (7/7/2021).

Lebih lanjut Sudaryanto menjelaskan, pada saat lebaran lalu, omzet penjualan di warung cerdas juga mengalami kenaikan hingga 100 persen. Bahkan pada malam menjelang lebaran, dalam satu hari omzet warung cerdas menembus Rp90 juta lebih. Kenaikan omzet penjualan tersebut terjadi sejak satu minggu sebelum lebaran.

Pengelola Warung Cerdas Wanareja, Kabupaten Cilacap, Sudaryanto di kantornya, Rabu (7/7/2021). -Foto: Hermiana E. Effendi

Hal tersebut karena banyak masyarakat yang berbelanja untuk kebutuhan lebaran, mulai dari kebutuhan pokok seperto beras, gula pasir, minyak goreng, hingga aneka jenis kue kering, seperti biskuit, wafer dan lain-lain.

Selain itu, juga ada yang berbelanja untuk kebutuhan memberikan bingkisan lebaran, baik kepada kerabat ataupun kolega bisnis.

Namun satu minggu pascalebaran, warung cerdas kembali mengalami penurunan omzet penjualan. Dan, baru terdongkrak kembali saat pemberlakukan PPKM darurat di wilayah Kabupaten Cilacap.

“Selama PPKM darurat ini, ada pembatasan jam operasional untuk pasar-pasar tradisional, yaitu dibatasi hingga pukul 14.00 WIB. Sehingga masyarakat yang ingin berbelanja setelah pukul 14.00 WIB, akhirnya larinya ke minimarket seperti kita, jadi omzet penjualan naik,” tuturnya.

Sementara itu, salah satu pelanggan Warung Cerdas Wanareja, Romadina, mengaku seringkali pada siang atau sore hari mendadak baru diketahui ada kebutuhan rumah yang habis. Misalnya, telur, gula atau lainnya. Selain itu juga terkadang ia baru sempat berbelanja pada siang hari, setelah menyelesaikan pekerjaan rumah serta memasak.

“Karena pasar tradisional sudah tutup, ya kita belanja di minimarket. Kalau saya memang sudah terbiasa belanja di warung cerdas ini, karena lokasinya yang memang dekat dengan rumah dan stok barang-barangnya juga lengkap. Selain itu, harga yang ditawarkan juga cukup bersaing,” tuturnya.

Lihat juga...