PPKM Darurat, Kawasan Wisata Harus Tetap Dirawat

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

PURWOKERTO – Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar) Kabupaten Banyumas meminta agar para pengelola wisata tetap merawat lokasi wisata selama penutupan. Hal tersebut untuk mencegah adanya kerusakan di luar kontrol dan berpotensi membahayakan pengunjung saat buka nanti.

Kepala Dinporabudpar Kabupaten Banyumas, Asis Kusumandani mengatakan, pihaknya sudah melayangkan surat kepada para pengelola wisata untuk tetap merawat dan mengontrol kondisi tempat wisata, terutama sarana dan prasarananya.

“Sudah kita berikan surat, intinya tempat wisata harus tetap terpelihara dengan baik, contoh kecil, jalanan di dalam lokasi jangan sampai licin dan tidak diketahui, sehingga saat buka nanti bisa membahayakan pengunjung. Atau sarana wisata yang perlu dikontrol rutin, seperti area bermain anak, ayunan misalnya harus tetap dikontrol, jika butuh perbaikan segera dilakukan, seperti las ulang dan sebagainya,” jelas Asis, Minggu (18/7/2021).

Tempat wisata yang ada di bawah pengelolaan Dinporabudpar juga terus melakukan pembersihan setiap harinya. Di Lokawisata Baturaden misalnya, Asis menekankan, untuk dilakukan perawatan mulai dari jalan-jalan di dalamnya, pembersihan rumput-rumput liar, hingga pengecekan sarana dan prasarana di lokasi.

“Intinya, pada saat diperbolehkan buka kembali, semua sarana dan prasarana siap digunakan dan dijamin aman, jalanan tidak licin, rumput liar tidak meninggi dan lain-lain,” terangnya.

Asis mengakui, jika untuk perbaikan tempat wisata yang dikelola pemkab, anggarannya memang terbatas. Namun, keuntungannya adalah tenaga di lokasi wisata sudah digaji oleh APBD, sehingga pihaknya tidak perlu mengeluarkan biaya untuk tenaga kerja pembersihan.

“Perbaikannya menggunakan skala prioritas, karena memang anggaran terbatas. Kemarin kita sudah beli alat untuk ngelas Rp 3 juta, alat tersebut bisa digunakan untuk memperbaiki berbagai sarana di lokawisata atau pun di tempat lain seperti Taman Rekreasi Andhang Pangrenan (TRAP), Balai Kemambang dan lain-lain,” tuturnya.

Untuk beberapa objek wisata di Lokawisata Baturaden yang dikelola oleh pihak ketiga, seperti theater pesawat terbang, sepeda gantung dan lainnya, pihak pengelola juga diminta untuk melakukan pembersihan dan pengecekan rutin selama penutupan.

Sementara itu, salah satu pengelola home stay di Desa Gerduren, Kecamatan Purwojati, Kabupaten Banyumas, Yanto mengatakan, meskipun tidak ada yang menyewa, home stay tetap dirawat secara teratur, mulai dari dibersihkan dan perbaikan pada sarana yang rusak.

“Tetap kita kontrol secara berkala walaupun tidak ada wisatawan yang datang, misalnya atap bocor, langsung kita perbaiki, karena kalau dibiarkan tentu kerusakan akan merambat ke lainnya,” ucapnya.

Lihat juga...