PPKM Darurat, Kualitas Udara dan Lingkungan Jadi Lebih Bersih

LAMPUNG — Dampak positif pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat, kualitas udara di Bandar Lampung terus membaik. Sumardiono, warga Jalan Imam Bonjol, Tanjung Karang menyebutkan, sejak PPKM dilakukan mulai Senin (12/7/2021) polusi asap kendaraan juga berkurang.

Sumardiono mengatakan, kondisi jalan juga lengang menuju pasar Bambu Kuning. Akses menuju Jalan RA Kartini dari Jalan Imam Bonjol yang disekat dengan water barrier membuat kendaraan roda empat dialihkan ke jalan lain.

“Gunung Betung biasanya tertutup kabut dan asap kendaraan di sekitar permukiman kerap menghalangi pandangan sejak pagi, namun semenjak penerapan rekayasa lalu lintas, kualitas udara membaik, setiap pagi saya bisa melakukan olahraga jalan sehat,” terang Sumardiono saat ditemui Cendana News, Rabu (14/7/2021).

Sumardiono menyebutkan, masih bisa membuka lapak penjualan bahan makanan. Sebagai salah satu penyedia kebutuhan pokok esensial  masih bisa beroperasi. Sementara sejumlah toko yang menjual kebutuhan non kritikal dan esensial ditutup.

Suasana udara yang bersih, berkurangnya polusi udara oleh asap kendaraan juga diakui Christeva. Kawasan lapangan Saburai, Jalan Sriwijaya, Enggal yang merupakan ruang terbuka hijau terlihat lebih bersih. Normalnya kawasan itu kerap jadi lokasi aktivitas warga namun semenjak PPKM Darurat sejumlah akses masuk diberi tanda larangan masuk.

“Bagi warga yang ingin olahraga personal tetap bisa dilakukan, namun skala kelompok ditiadakan, udara lebih bersih sejak dua hari terakhir,” ulasnya.

Berkurangnya suara bising kendaraan sebut Christeva terjadi imbas Jalan Sudirman disekat water barrier. Hanya kendaraan roda dua yang bisa melintas dan sejumlah toko diminta tidak beroperasi.

Selain kualitas udara yang bersih, kondisi sampah yang kerap bertebaran di sekitar lapangan Saburai berkurang.

“Bisa bermain sepeda dengan nyaman untuk menikmati udara bersih, tidak banyak polusi asap kendaraan,” ulasnya.

Rekayasa lalu lintas di Jalan RA. Kartini menuju Jalan Teuku Umar, Bandar Lampung meminimalisir kendaraan roda dua dan empat berimbas kota lebih bersih dari polusi, Rabu (14/7/2021). Foto: Henk Widi

Penutupan operasional sejumlah toko non kritikal, esensial juga menurunkan volume sampah. Harsono, salah satu pencari sampah bernilai jual seperti botol plastik di Jalan Yos Sudarso hingga Malahayati mengaku berkurang mendapat sampah plastik. Ia kerap mengandalkan plastik dari sejumlah tong sampah, namun selama PPKM Darurat lebih bersih.

Penyekatan dan rekayasa lalu lintas sebut Harsono ikut menyumbang jalan yang bersih. Ia mengaku dalam sehari bisa mendapatkan satu karung plastik, kertas kardus. Namun sejumlah toko yang ditutup oleh personel kepolisian Polsek Teluk Betung Selatan ikut menurunkan pendapatan sampah bernilai jual. Sisi positifnya udara dan jalanan di Teluk Betung lebih bersih dari sebelumnya.

Lihat juga...