PPKM Darurat, Penjual Hewan Kurban Siap Banting Harga

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

BEKASI – Suasana menjelang Hari Raya Iduladha 1442 Hijriah/2021, dirasakan berbeda oleh para pedagang hewan kurban di wilayah Kota Bekasi, Jawa Barat. Tahun ini, penjualan menurun drastis jika dibandingkan tahun lalu. 

“Dulu beberapa hari menjelang Iduladha seperti sekarang, hewan kurban sudah habis terjual. Hanya tinggal menjadwal pengantaran ke lokasi pemesan. Sekarang sisanya masih banyak,”ujar Syarifuddin, salah satu pedagang hewan kurban jenis sapi Bima, di Jalan Wibawamukti, Jatiasih, kepada Cendana News, Selasa (13/7/2021).

Namun demikian, Syarifuddin mengaku, masih diuntungkan, karena ia memiliki relasi atau kenalan yang banyak di wilayah Kota Bekasi. Hal tersebut karena ia berjualan di lokasi yang sama sejak tahun 2013 lalu, sehingga pelanggannya masih ada saja yang datang dan memesan kepadanya.

Diakuinya, dari 45 ekor hewan kurban jenis sapi Bima yang dibawanya dari Nusa Tenggara Barat, hingga kini masih tersisa puluhan ekor yang belum terjual.

Menurut Syarifuddin, kondisi itu juga dirasakan oleh temannya, sesama pedagang hewan kurban di Kota Bekasi. Bahkan jelasnya, ada yang hanya laku beberapa ekor saja dari banyaknya hewan kurban yang ditawarkan di lapak.

Menurunnya penjualan tersebut, salah satunya jelas karena dampak penerapan PPKM Darurat di Pulau Jawa dan Bali pada 3-20 Juli 2021. Bahkan sejak sekitar sepekan kebijakan itu diterapkan, hewan kurban yang dijual Syarifuddin hanya laku beberapa ekor saja.

“Harapannya tinggal beberapa hari lagi, kami sekarang mulai banting harga. Untuk itu jika ada yang berminat sekarang waktunya, karena penjual pasti akan menurunkan harga jauh lebih rendah dibanding saat awal membuka lapak,” katanya.

Harga awal sapi Bima dengan ukuran berat mencapai 200 kilogram lebih bisa mencapai Rp17 jutaan, sekarang dijual dengan harga hanya Rp13 jutaan. Begitu pun ukuran lainnya dijual di bawah harga standar atau hanya balik modal.

“Sekarang meskipun sudah banting harga penjualan masih sepi. Saya berharap tidak sampai dilelang, dan pembeli di hari terakhir menjelang Iduladha bisa meningkat. Biasanya ramai, karena mereka tahu penjual pasti menurunkan harga menjelang hari ‘H’,”papar Syarifuddin.

Hal senada juga diakui oleh Agus, penjual sapi yang membuka lapak di wilayah Jalan Baru Cipendawa. Dari banyaknya sapi Bali yang dijajakan masih tersisa separuh. Namun demikian ia tetap optimis beberapa hari menjelang Iduladha pelanggan akan berdatangan.

“Tahun ini memang sulit, karena pandemi banyak pelanggan lebih memilih kurban kambing yang harganya terjangkau. Tapi, saya tetap optimis, karena masih ada beberapa hari lagi, dan sekarang harga tidak sama dengan saat awal dijual, cenderung turun,” tukasnya.

Lihat juga...