Produksi Oksigen RSUD Wonosari Gunung Kidul Ditingkatkan

Tenda darurat untuk melayani pasien umum karena ruang IGD penuh di RSUD Wonosari - Foto Ant

GUNUNG KIDUL – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wonosari Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, meningkatkan produksi oksigen mereka. Produksi yang semula enam juta liter perbulan, dinaikan menjadi 7,7 juta liter per bulan.

Langkah tersebut untuk mengantisipasi peningkatan pasien terkonfirmasi COVID-19, yang membutuhkan bantuan oksigen. Direktur RSUD Wonosari, Heru Sulistyowati mengatakan, sampai saat ini ketersediaan oksigen bagi pasien masih aman.

“Generator yang dimiliki RSUD Wonosari mampu memproduksi enam juta liter oksigen per bulan. Saat ini, kemampuannya sudah ditingkatkan menjadi 7,7 juta liter per bulan, menyesuaikan kebutuhan pasien,” kata Heru Sulistyowati, Minggu (4/7/2021).

Heru Sulistyowati mengakui, kebutuhan bisa melebihi dari ketersediaan yang ada. Contohnya, pekan lalu terdapat 52 pasien COVID-19, yang membutuhkan setidaknya 24 ribu liter oksigen per-pasien per-hari. “Jadi sangat tergantung pada kebutuhan dan kondisi pasien, oksigen juga dibutuhkan saat penanganan operasi,” katanya.

Kini RSUD Wonosari sedang mengupayakan peningkatan (upgrade) alat. Namun proses itu memerlukan waktu, lantaran alatnya harus diimpor dari luar negeri. “Kami menyiapkan anggaran untuk proses upgrade itu mencapai Rp1,5 miliar. Nantinya peningkatan tersebut bisa menaikkan kapasitas produksi jadi 12 juta liter oksigen per bulan. Saat ini sudah kami pesan alatnya, namun tentunya perlu proses,” kata Heru.

Direktur RSUD Saptosari, Eko Darmawan menyatakan, sampai saat ini pihaknya masih mampu memenuhi kebutuhan oksigen untuk pasien. RSUD Saptosari juga menjadi satu dari dua rumah sakit rujukan COVID-19 utama di Gunung Kidul. “Sejauh ini masih teratasi, namun persediaannya tetap tergantung dari penyuplai oksigen,” kata Eko. (Ant)

Lihat juga...